Foto:“Selama tiga hari terakhir sebanyak 21 anak di Gaza meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi. Selama tiga hari terakhir sebanyak 21 anak di Gaza meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi.”(sc) REMOVESRAEL – United Nations Children's Fund,(Unicef) mendesak agar seluruh perbatasan menuju Gaza segera dibuka, guna memastikan bantuan makanan dapat masuk tanpa hambatan ke wilayah yang hancur akibat perang berkepanjangan.
Unicef juga memperingatkan bahwa jumlah kematian anak-anak di Gaza dapat meningkat tajam karena sistem kekebalan tubuh mereka kini sangat lemah.
“Situasinya sudah sangat kritis. Kita berisiko menyaksikan lonjakan kematian anak dalam jumlah besar, bukan hanya bayi, tetapi juga balita karena daya tahan tubuh mereka jauh lebih lemah dibanding sebelumnya,” kata juru bicara Unicef Ricardo Pires pada Jumat (10/10/2025).
Menurut data Unicef, sedikitnya 50.000 anak di Jalur Gaza berisiko mengalami kekurangan gizi akut dan membutuhkan perawatan darurat. Lembaga tersebut menegaskan bahwa dukungan nutrisi menjadi prioritas utama dalam tahap pemulihan saat ini.
Pires menambahkan, banyak anak di Gaza tidak memperoleh makanan layak, bahkan ada yang tidak makan sama sekali selama berhari-hari. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap penyakit, perubahan cuaca, dan wabah virus, karena sistem imun mereka menurun drastis akibat kekurangan gizi.
Ribuan pengungsi Palestina mulai kembali ke Kota Gaza pada Jumat (10/10/2025), menyusul diberlakukannya gencatan senjata setelah pemerintah penjajah Israel menyetujui kesepakatan damai yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber-sumber lokal melaporkan, warga Gaza mulai kembali sejak Jumat pagi melalui Jalan Rashid di pesisir dan Jalan Salah al-Din, dua jalur utama yang membentang dari utara ke selatan Jalur Gaza.
Banyak di antara mereka berjalan sejauh lebih dari tujuh kilometer sambil membawa barang seadanya, setelah sebelumnya mengungsi akibat serangan berulangkali dari pasukan Israel.
Sumber: Reuters
0 Komentar