Foto :"Pasukan elit dari Marinir AS itu langsung meminta maaf atas kesalahan mereka; beberapa dari mereka menangis, dan Marinir wanita itu menutupi kepalanya dengan syal untuk mematuhi aturan hijab."(sc) REMOVESRAEL – Sepuluh Marinir Amerika Serikat, dipaksa berlutut dengan tangan dibelakang kepala setelah ditangkap oleh Pasukan Garda Revolusi Iran(IRGC), Marinir AS itu ditangkap dekat pulau Farsi, karena diduga melakukan spionase.
Pada pukul 16:30 hari Selasa, 12 Januari 2016, dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang membawa 10 Marinir bersenjata memasuki perairan teritorial Iran dan segera ditangkap oleh Pasukan IRGC.
Dua anggota IRGC, berbicara dengan sepuluh tentara AS yang ditahan setelah diduga melakukan spionase di perairan teluk Persia. Pemerintah Iran menuntut permintaan maaf dari AS atas pelanggaran teritorial yang dilakukan marinir AS tersebut.
Setelah 16 jam, begitu dipastikan bahwa kedua kapal tersebut secara tidak sengaja tersesat ke perairan Iran, mereka pun dibebaskan.
Baca Juga :
[VIDEO] Iran Balas Darah Jenderal Qassem Sulaimani, Pangkalan AS di Irak Hancur Lebur
Pasukan elit dari Marinir AS itu langsung meminta maaf atas kesalahan mereka; beberapa dari mereka menangis, dan Marinir wanita itu menutupi kepalanya dengan syal untuk mematuhi aturan hijab.
Para Marinir AS itu menangis ketika mereka ditangkap. Namun mereka kemudian merasa lebih baik setelah pasukan IRGC memperlakukan mereka dengan baik," kata Komandan IRGC, Brigjend Hossein Salami, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (17/1/2016).
" Kita membebaskan marinir AS setelah yakin bahwa mereka telah memasuki perairan Iran secara tidak sengaja dan kami bahkan mengembalikan senjata mereka," kata Salami.
Sumber: Sputnik
0 Komentar