Foto:"Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Barrack mengatakan bahwa Hizbullah adalah “partai politik yang sah di Lebanon”, dan bahwa legitimasinya dalam sistem pembagian kekuasaan konvensional.”(Kolase) REMOVESRAEL – Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk urusan Suriah, Tom Barrack, kepada Al Jazeera menyatakan bahwa berusaha meyakinkan Hizbullah untuk menyerahkan senjatanya adalah tugas pemerintah Lebanon. Dia juga mengklaim bahwa AS tidak tertarik untuk menekan siapa pun.
Barrack mengatakan demikian sehari setelah Sekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem, kembali menyatakan penolakannya terhadap upaya pemerintah Lebanon agar Hizbullah melucuti senjatanya.
“Kami tidak akan pernah menyerahkan senjata kami, dan kami juga tidak akan menyerahkannya,” kata Naim pada hari Sabtu (27/9), sembari menegaskan bahwa Hizbullah akan terus “menentang proyek apa pun yang melayani Israel”.
Dia juga memastikan bahwa rencana pelucutan senjata yang disetujui oleh pemerintah Lebanon hanya melayani kepentingan Israel.
AS dan sekutu regional terdekatnya, Israel, berupaya melucuti senjata Hizbullah, yang mulai menembakkan roket ke Israel sehari setelah Israel melancarkan perang di Gaza pada 7 Oktober 2023.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Barrack mengatakan bahwa Hizbullah adalah “partai politik yang sah di Lebanon”, dan bahwa legitimasinya dalam sistem pembagian kekuasaan konvensional, di mana posisi politik terbagi di antara berbagai sekte sehingga mempersulit penyelesaian konflik yang sedang berlangsung dengan Israel.
Dia menyebut Hizbullah, yang diklasifikasikan AS sebagai organisasi “teroris” asing, sebagai “bagian penting dari sistem politik Lebanon”. Menurutnya, hal ini merupakan “masalah kompleks bagi para pemimpin politik Lebanon”, yang menyetujui tujuan rencana AS untuk perlucutan senjata Hizbullah.
Kabinet Lebanon menyetujui rencana tersebut pada 7 Agustus, meskipun Hizbullah menolaknya, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa Israel dapat mengintensifkan serangan terhadap Lebanon.
Israel terus menduduki beberapa wilayah Lebanon dan melancarkan serangan hampir setiap hari di Lebanon selatan sejak perjanjian gencatan senjata November.
Kantor Berita Nasional, NNA, pemerintah Lebanon pada hari Minggu (28/9) melaporkan “serangkaian” serangan udara Israel di dekat kota Kfar Rumman dan Jarmak, serta serangan pesawat nirawak terhadap sebuah rumah di Humin, semuanya di Lebanon selatan.
Barrack menyatakanAS siap membantu Lebanon “menyelesaikan konflik”, tetapi itu “bukan tanggung jawab kami”.
Dia mengklaim, “Kami tidak menekan siapa pun, dan kami tidak akan mendikte apa yang harus dilakukan Lebanon, begitu pula Israel.”
Dia menambahkan, “Mengenai Lebanon, kami katakan ini masalah internal Anda. Jika Anda menginginkan tentara yang bersatu dan negara yang nyata, Anda harus melucuti senjata partai dan kelompok yang tidak patuh.”
Dia juga mengatakan konflik yang memanas dengan Israel akan terus berlanjut “selama Israel merasa bahwa Hizbullah bersikap bermusuhan, membangun kembali, dan mempersenjatai kembali”.
Sumber : Aljazeera
0 Komentar