Foto :"Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan bahwa pihaknya tak melihat adanya pelanggaran dalam serangan yang baru-baru ini dilakukan terhadap Gaza, “Kami tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran gencatan."(oz) REMOVESRAEL – Kantor media pemerintah Gaza menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hamas sebanyak 47 kali sejak awal Oktober 2025, dengan serangkaian serangan yang disebut telah menewaskan 38 warga Palestina dan melukai 143 orang lainnya.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (18/10/2025) malam, otoritas Gaza menyebut pelanggaran itu meliputi "penembakan langsung terhadap warga sipil, pengeboman yang disengaja, serta penangkapan sejumlah warga".
Tindakan-tindakan tersebut, menurut mereka, menunjukkan bahwa Israel "terus melanjutkan kebijakan agresi meskipun perang telah dinyatakan berakhir".
Pihak Gaza mendesak PBB dan negara-negara penjamin perjanjian gencatan senjata untuk segera bertindak agar Israel menghentikan kekerasan dan melindungi penduduk sipil yang tidak bersenjata.
Sementara itu Amerika Serikat (AS) buka suara terkait dengan serangan udara yang baru-baru ini dilakukan oleh Israel di Gaza. Pihaknya menyebut bahwa hal itu bukanlah pelanggaran terhadap gencatan senjata yang didukung Washington.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat(AS), Marco Rubio mengatakan bahwa pihaknya tak melihat adanya pelanggaran dalam serangan yang baru-baru ini dilakukan terhadap Gaza, “Kami tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran gencatan.
Baca Juga:
▪️ AS Bangun Markas Besar di Israel, Percepat Kuasai Gaza
Presiden Dewan Nasional Palestina, Rawhi Fattouh mendesak komunitas internasional segera menerjunkan pasukan ke Jalur Gaza untuk melindungi warga sipil.
Hal tersebut disampaikan Fattouh usai Israel berulangkali melanggar gencatan senjata dan membunuh warga sipil di Gaza.
Terkini, militer Israel membunuh 11 orang dari satu keluarga yang melintas di kawasan Zaitun, Kota Gaza, Jumat (17/10) malam waktu setempat.
Sumber : Info palestina
0 Komentar