12 HARI YANG BIKIN WAHABI SAKIT HATI SAMPAI KEUBUN-UBUN

Foto:"Ironisnya lagi kelompok Wahabi ini adalah yang mengaku golongan paling beriman dan bertauhid tapi jihadnya melawan sesama muslim, membunuhi orang beda agama, serta menghancurkan masjid dan kuburan kaum muslimin."(ilustrasi)

Deleteisrael – Dalam kehidupan manusia ada yang disebut dengan momen “titik balik” peradaban. Momen ini tidak hanya mengubah jalannya peperangan, tetapi juga meruntuhkan konstruksi narasi yang sudah dibangun puluhan tahun oleh pihak-pihak tertentu.

Dua belas hari perang Iran melawan gabungan Israel dan NATO yang dipandang banyak pihak sebagai kekuatan tak tertandingi adalah salah satu momen itu.

Dalam 12 hari Perang Iran melawan ZionisASU + NATO ada hal-hal yang sudah dibangun begitu lama untuk meracuni umat manusia berhasil diruntuhkan oleh Iran:

1. Runtuhnya Proyek Permusuhan yang Diwariskan

Wahabi selama puluhan tahun menanamkan narasi permusuhan terhadap Syiah, khususnya Iran, dengan propaganda bahwa Syiah adalah ancaman internal yang lebih berbahaya daripada musuh luar.

Narasi ini bukan lahir dari dalil murni, melainkan dari strategi geopolitik: memecah dunia Islam agar sumber daya dan perhatian umat tersedot pada konflik internal, sementara musuh eksternal penjajah dan perampas tanah Palestina tertawa di kejauhan.

Namun, dua belas hari perlawanan itu memukul telak narasi tersebut. Dunia menyaksikan bahwa “musuh yang difitnah” justru berdiri di garis depan menghadapi blok kekuatan militer paling besar di dunia.

Baca Juga:
▪️ [VIDEO] Heboh! Netizen Indonesia Puji Kehancuran Israel Sebagai Maha Karya Iran

2. Robohnya Klaim “Islam Lemah”

Selama beberapa dekade, kekuatan media Barat dan antek regionalnya membentuk gambaran bahwa dunia Islam adalah korban permanen, lemah, terpecah, dan tak mampu menandingi teknologi militer modern barat. Dua belas hari itu, gambaran ini porak-poranda.

Iran menunjukkan bahwa kekuatan Islam, jika dibangun di atas kemandirian teknologi, strategi yang matang, dan semangat perlawanan dan persatuan, mampu memukul balik bahkan kekuatan gabungan yang jauh lebih besar secara konvensional.

3. Filosofi Perlawanan: Dari Kredo ke Realitas

Dalam filsafat Islam, keadilan bukanlah konsep pasif; ia adalah tindakan aktif melawan kezaliman. Perlawanan Iran mencerminkan prinsip Qur’ani: “Janganlah kamu lemah dan janganlah kamu bersedih hati, kamu-lah yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 139).

Baca Juga:
▪️ [VIDEO]Wahabi ISIS Meledakkan Makam Nabi Yunus as di Irak

Inilah yang membedakan perlawanan sejati dengan retorika kosong melompong ala negara-negara arab munafikun. Banyak pihak berkoar tentang “membela Islam” namun ketika musuh sesungguhnya datang, mereka sibuk memerangi sesama umat Islam.

Ironisnya lagi (kelompok Wahabi ini adalah) yang mengaku paling beriman dan bertauhid tapi jihadnya melawan sesama muslim, membunuhi orang beda agama, serta menghancurkan masjid dan kuburan.

4. Pukulan Telak pada Psikologi Penjajah

12 hari Iran vs Nazisrael sebenarnya adalah perang melawan imperialisme global yaitu Israel dan NATO, penjajah global ini bukan hanya kalah secara militer taktis, tetapi juga secara psikologis.

Mereka mendapati kenyataan pahit bahwa lawan yang mereka hadapi bukan sekadar negara, melainkan ideologi yang tumbuh dari keyakinan akan keadilan Tuhan.

Yang mereka lawan adalah barisan manusia yang sedikit tapi bermental langit seperti IMAM HUSEIN as.

Dalam bahasa filsafat perang, ini adalah “pertempuran antara kekuatan material dan kekuatan maknawi” dan sejarah berulang kali membuktikan, kekuatan maknawi yang kokoh seringkali mengalahkan kekuatan material yang sombong.

Material duniawi ini tidak memiliki kekuatan, yang mampu mengendalikan materi adalah ruh yang nonmateri

5. Pelajaran bagi Dunia Islam

Peristiwa ini menelanjangi siapa yang benar- benar melawan penjajah, dan siapa yang sekadar menjadi corong penjajah dengan dalih agama.

12 hari perang Iran melawan ZionisASU, Ia membongkar wajah munafik yang lebih sibuk menuduh sesama muslim ketimbang mengangkat senjata melawan penindas.

Dan yang lebih penting, ia mengembalikan harga diri Islam di mata dunia, menunjukkan bahwa kekuatan umat tidak terletak pada sekadar jumlah pengikut, tetapi pada keberanian, kemandirian, dan persatuan dalam melawan kezaliman.

6. Meng-Afkir kelompok gadungan yang sok bertauhid

12 hari Perang Iran melawan ZionisASU plus NATO penjajah itu menjadikan siapa yang sebenarnya kesatria dan siapa yang sebenarnya pecundang.

Wahabi salafi yang cuma besar mulut namun tidak memiliki tindakan nyata membela Palestina seperti tak ubahnya kucing yang sedang berisik dilempar kedalam kolam.

Semua mata dunia internasional tertuju dan tertegun pada keberanian syiah Iran, kehebatan rudal Iran, ketepatan rudal Iran nyeruduk sasaran, persatuan rakyat Iran yang turun kejalan memakai kafan, Keberanian mati melawan penjajah yang sebenarnya.

Efeknya medsos dan platform digital dipenuhi dengan berita-berita Iran, mulai membahas tentang Pemimpinnya, teknologinya, sistem pemerintahannya, masyarakatnya, budayanya, bahkan mazhabnya.

Narasi Wahabi hangus terbakar, proyek HASBARA ZionisASU gagal total, meskipun akun-akun mereka masih masif menyebarkan kedustaan terhadap Syiah Iran. Namun masyarakat global seperti diinjeksikan imunisasi yang mampu melawan dan menangkal virus fitnah dan kebencian yang mereka ciptakan.

Baca Juga:
▪️ [VIDEO] Dianggap Palsu, Teroris Wahabi Ledakkan Makam Imam Nawawi ra di Suriah

Pahamilah wahai kaum Wahabi yang kurang baca, kebangkitan Syi'ah IRAN adalah takdir Tuhan yang sudah tercatat dalam Qur'an.

Sekuat apapun kalian memusuhi Syiah IRAN tidak akan berhasil. Hanya sia-sia saja narasi penyesatan kalian.

"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 5).

Tidak usah iri dan dengki terhadap Syiah Iran, ukur diri sendiri dengan kondisi zaman. Bangsa yang diutus untuk membasmi yahudiZionisASU adalah bangsa Salman. SILAHKAN CEK TAFSIR- TAFSIR ULAMA AHLU SUNNAH, kecuali kalian kurang bahan.

Sumber : Ditulis oleh Rasyid Kupang melalui Facebook

Posting Komentar

0 Komentar