Foto :"ISIS beranggapan bahwa makam tersebut palsu dan tidak menyimpan jasad Nabi Yunus as di dalamnya, hanya masyarakat sekitar saja yang membuat ajaran bid'ah dengan menziarahi makam tersebut dan menyembahnya.(SutterStock) REMOVESRAEL – Debu bercampur asap membumbung tinggi memperlihatkan momen saat lokasi makam Nabi Yunus di Mosul, Irak, diledakkan oleh kelompok teroris ISIS.
Dalam tayangan video dibawah ini, untuk terakhir kalinya tampak situs yang dihormati itu masih menjulang kokoh ditempatnya. Tiba-tiba terlihat kepulan debu, api, dan asap. Setelah itu, bangunan makam tersebut lenyap dari pandangan.
Situs itu dianggap sebagai pemakaman Nabi Yunus as, yang dalam tradisi Islam dan Yahudi maupun Kristen dikisahkan pernah ditelan oleh seekor ikan paus.
Namun ISIS beranggapan bahwa makam tersebut palsu dan tidak menyimpan jasad Nabi Yunus as di dalamnya, hanya masyarakat sekitar saja yang membuat ajaran bid'ah dengan menziarahi makam tersebut dan menyembahnya.
Baca Juga:
▪️ [VIDEO] Dianggap Palsu, Teroris Wahabi Ledakkan Makam Imam Nawawi di Suriah
Warga Mosul Irak mengungkapkan pada hari Kamis, 24 Juli 2014(± setengah tahun yang lalu), menyebutkan bahwa mereka awalnya dilarang memasuki masjid untuk salat, dan kemudian militan ISIS meletakkan bahan peledak di sekitar bangunan tersebut dan meledakkannya. Makam tersebut terdapat di dalam kompleks masjid Sunni yang juga disebut Masjid Nabi Yunus.
Video ini menunjukkan ledakan tersebut;
Source video:Euronews
ISIS telah meledakkan beberapa situs suci muslim Sunni dalam beberapa bulan terakhir di Mosul. Bulan lalu, kelompok itu juga menghancurkan tujuh tempat ibadah muslim Syiah di kota Tal Afar yang didominasi oleh penganut muslim Syiah Turkmen, sekitar 50 kilometer di sebelah barat Mosul, lapor Human Rights Watch(HRW) menurut sumber-sumber lokal.
Baca Juga:
▪️ Polisi Irak Tangkap Mufti ISIS yang Fatwakan Penghancuran Makam Nabi Yunus
Saat ini ISIS sedang berperang melawan pemerintah Irak dan telah merebut sejumlah kota di negara itu. Kelompok teror tersebut sedang berupaya untuk membangun sebuah khilifah Islam yang mencakup sebagian wilayah Irak dan Suriah dan sudah mulai memberlakukan hukum syariah di kota-kota yang dikuasainya.
Dalam statement nya ISIS juga mengancam akan menghancurkan setiap tempat-tempat suci yang dianggap tidak Islami.
Keluarga-keluarga Kristen melarikan diri dari Mosul bulan ini setelah kelompok sempalan Al-Qaeda itu mengeluarkan ultimatum kepada orang Kristen Irak yang tinggal di sana: masuk Islam, membayar jizyah (upeti) atau mati.[FVS]
0 Komentar