Foto:"Media Ibrani hanya memuji delegasi Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), yang tetap berada di aula dan mendengarkan pidato Netanyahu.”(ig) REMOVESRAEL – Hasil Investigasi yang dilakukan oleh pihak Rezim Zionis Israel mengungkapkan bahwa 77 negara, termasuk Indonesia dan Malaysia, telah melakukan boikot dengan cara walk out atau angkat kaki meninggalkan aula Perseikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di hadapan Majelis Umum di New York, AS, pada hari Jumat (26/9).
Dikutip Al-Alam pada hari Ahad (28/9), surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa setelah ada pemeriksaan negara-negara yang memboikot pidato tersebut, terungkap bahwa “keempat negara tetangga Israel, selain Arab Saudi,” termasuk di antara 77 negara pemboikot, yang menyebabkan Netanyahu berpidato di aula yang nyaris kosong.
Namun demikian, surat kabar berbahasa Ibrani tersebut hanya memuji delegasi Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), yang tetap berada di aula dan mendengarkan pidato Netanyahu, meskipun terjadi ketegangan antara kedua belah pihak terkait perang yang sedang berlangsung di Gaza dan keinginan beberapa anggota koalisi Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat.
Berikut ini adalah 77 negara yang memboikot pidato Netanyahu:
Tuvalu, Turkmenistan, Yaman, Mesir, Panama, Senegal, Palestina, Iran, Sudan, Tunisia, Turki, Venezuela, Antigua dan Barbuda, Belize, Kongo, Oman, Qatar, Arab Saudi, Tonga, Uzbekistan, Angola, Barbados, Kolombia, Komoro, Dominika, Djibouti, Makedonia Utara, San Marino, Afrika Selatan, Somalia, Aljazair, Bangladesh, Brunei Darussalam, Brasil, Chili, Republik Kongo, Lebanon, Liberia, Eritrea, Chad, Republik Afrika Tengah, Libya, Mauritania, Yordania, Nikaragua, Madagaskar, Niger, Peru, Saint Lucia, Slovenia, Afghanistan, Bahama, Bosnia dan Herzegovina, Botswana, Korea Utara, Eswatini, Suriah, Uganda, Pakistan, Lesotho, Bolivia, Spanyol, Kuba, Guinea Khatulistiwa, Kirgistan, Irak, Mozambik, Myanmar, Irlandia, Maladewa, Kuwait, Namibia, Guyana, dan Kenya.
Seperti diketahui, pidato Netanyahu berlangsung selama 41 menit, melebihi batas waktu 15 menit yang diwajibkan bagi para pemimpin. Dalam pidatonya itu, dia berusaha membenarkan genosida pasukan Zionis di Gaza dan mengecam sekutu Baratnya seiring meningkatnya kritik global atas perang yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, berkomentar, “Dunia hari ini menyaksikan seorang perdana menteri Israel yang lelah, merengek dalam pidato sarat gimmick yang basi.”
Kantor Netanyahu mengundang tokoh-tokoh Yahudi terkemuka dan rekan-rekannya untuk menghadiri pidato di ruang VIP, termasuk pengacara Alan Dershowitz, untuk memberikan semangat demi mengimbangi ejekan dan protes. Wali Kota New York, Eric Adams, juga hadir, “untuk menghormati” Israel dan Netanyahu sendiri.
Bersamaan dengan pidato Netanyahu, New York dan beberapa kota lain di AS dilanda demonstrasi besar-besaran pro-Palestina di mana massa mengecam kejahatan Israel, dan menolak keterlibatan penjahat perang Netanyahu, yang berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional. Massa membawa spanduk yang menuntut diakhirinya perang dan pertanggungjawaban Israel atas pelanggarannya.
Sumber : liputanislam
0 Komentar