Foto :"Polisi Irak berhasil menangkap Mufti ISIS yang memfatwakan Penghancuran Makam Nabi Yunus as di Mosul Irak.(cep) REMOVESRAEL – Polisi Irak berhasil menangkap seorang mufti kelompok ISIS, Abu Abdul Bari, di Distrik Mosul, Provinsi Nineveh, Irak, pada hari Kamis lalu. Dalam foto-foto yang beredar di media lokal dan media sosial, Bari terlihat diangkut dengan menggunakan truk pikap karena kelebihan berat badan, diketahui bobot tubuhnya mencapai 136 kg.
Tidak diketahui bagaimana dia ditangkap dari tempat persembunyiannya. Namun karena tubuhnya yang begitu tambun, netizen mengejeknya bahwa dia bersembunyi di toko roti sebelum akhirnya ditangkap kepolisian Irak.
Bari pernah mengeluarkan fatwa penghancuran makam Nabi Yunus di Mosul dan situs budaya lainnya di sana. Warga Mosul menceritakan, mereka memiliki kenangan buruk dengan sang mufti ISIS tersebut. Karena, Bari selalu menyerukan agar situs budaya mereka dihancurkan, dia selalu beranggapan bahwa makam-makam yang selalu di ziarahi tersebut adalah palsu.
Baca Juga:
▪️ [VIDEO] ISIS Meledakkan Makam Nabi Yunus as di Irak
Bari juga dikenal sebagai seorang Mufti kelompok teroris ISIS yang suka menghasut dan menyebarkan ekstremisme atas nama Islam.
Sebagai pimpinan ISIS ia sangat gemar menyemburkan fatwa-fatwa yang berujung pada pembunuhan ulama dan ilmuwan Irak lainnya.
Tak berhenti sampai disitu, Bari juga memerintahkan pengikutnya untuk melakukan eksekusi, perbudakan, perkosaan, dan penculikan kepada siapa saja, baik terhadap Muslim atau pun non-Muslim, yang menentang mereka.
Pada akhir tahun lalu, Irak juga berhasil menangkap Wakil Pemimpin ISIS, Abu Kholdun di Irak dalam kondisi hidup. Dia ditangkap di Kota Hawija, Provinsi Kirkuk dan sedang membawa kartu identitas palsu.
Kantor berita Anadolu, pada Rabu (4/12) merilis laporan, bahwa Kholdun merupakan komandan militer kelompok teroris ISIS untuk provinsi Salah al-Din. Di samping itu, dia juga merupakan Wakil Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.
Setelah hampir lima tahun ‘berkuasa’ di sepertiga wilayah Irak dan Suriah, ISIS akhirnya berhasil ditumpas secara total oleh militer Suriah yang berkolaborasi dengan pasukan Quds(pasukan elit dalam tubuh IRGC) pimpinan Jendral Qassem Sulaimani pada Maret 2019 lalu. Hal itu menyusul benteng pertahanan terakhir ISIS di Baghouz, Suriah telah ditaklukkan.
Diketahui Al-Baghdadi tewas karena meledakkan diri didalam sebuah terowongan setelah mengetahui tidak ada kesempatan untuk kabur.
Meski kehilangan pemimpin dan wilayah kekuasaan, kelompok ISIS dianggap masih menjadi ancaman keamanan dunia karena ia masih memiliki sel yang tersebar di mana-mana.
Sumber : Counter Ektremism Project
0 Komentar