Foto :"Sebuah syarat yang menegaskan posisi kekuatan dan pengaruh Ansarullah Yaman di kawasan."(ig) REMOVESRAEL – Menurut laporan Middle East Eye, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, telah mengeluarkan perintah penghentian serangan terhadap Israel dan kapal-kapal yang terafiliasi dengannya.
Sumber-sumber Saudi menyatakan bahwa keputusan ini akan berlanjut selama Israel mematuhi gencatan senjata di Gaza — sebuah syarat yang menegaskan posisi kekuatan dan pengaruh Ansarullah Yaman di kawasan.
Dalam dua tahun terakhir, tanpa ada perundingan langsung maupun tidak langsung dengan Israel, Ansarullah melalui serangan laut sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, berhasil mengguncang jalur perdagangan global.
Data menunjukkan bahwa lalu lintas maritim di Laut Merah telah menurun lebih dari 70% dalam dua tahun terakhir.
Tidak beroperasinya Eliat, Pelabuhan terbesar di Israel adalah bukti nyata bahwa Yaman tidak pernah main-main dengan ancamannya. Dengan tidak beroperasinya pelabuhan ini telah membuat Israel mengalami kerugian yang sangat signifikan, dan praktis telah membuat ekonomi Israel lumpuh.
Angkatan Laut Yaman tidak pernah ragu untuk menargetkan kapal-kapal yang menuju dan terkait dengan Israel menggunakan drone atau rudal yang terbukti ampuh,tidak kurang dari 171 kapal milik Israel dan yang berafiliasi dengannya telah diledakkan, seperti yang tampak dalam video dibawah ini ;
Y4M4N telah menenggelamkan Ratusan kapal yg terkait dgn zi0nis pic.twitter.com/bn0z90T1nH
— Delete15rael (@delete15rael) October 17, 2025
Analis keamanan Ali Rizq menegaskan: “Ansarullah telah memaksa Amerika untuk memisahkan diri dari Israel di front Yaman.”
Laporan juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 1 miliar dolar untuk operasi militer di Yaman, namun gagal meraih dominasi udara atas pasukan Ansarullah.
Andreas Krieg, dosen studi pertahanan di King’s College London, menilai struktur solid dan terorganisir Ansarullah sebagai kunci ketahanannya;
“Sistem mereka adalah jaringan dari jaringan — ikatan suku, keagamaan, keamanan, dan ekonomi yang saling menopang. Jika satu bagian terluka, seluruh sistem tetap bergerak.”
Menurut laporan para ahli PBB, jumlah pasukan Ansarullah meningkat dari 220 ribu pada tahun 2022 menjadi 350 ribu pada tahun 2024.
Sumber : MEE
0 Komentar