Foto :"Eropa protes agar Iran mengurangi jarak jangkau rudalnya, Militer Iran Malah Menyatakan akan Menambah Jarak tempuh Rudalnya menjadi 10.000 km dan tak Menggubris protes Eropa ."(ig) REMOVESRAEL – Militer Iran menolak protes Eropa agar negara republik Islam itu membatasi kemampuan rudalnya, dan menegaskan bahwa jangkauan rudal Iran justru akan ditingkatkan untuk mencapai titik mana pun yang dianggap perlu.
Wakil Inspektur Markas Besar Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Asadi, memastikan pasukan Iran “sepenuhnya siap.”
“Kami 100% siap. Kami tidak mencari perang, tetapi jika ada yang berani menyerang negara kami, kami akan memberikan respons yang tegas,” katanya, Rabu (1/10).
Menanggapi desakan Eropa bahwa Iran harus membatasi jangkauan rudalnya, Asadi dengan tegas menolak mentah-mentah tuntutan tersebut. “Mereka sepenuhnya salah membuat pernyataan demikian,” tegasnya.
Dia menyebutkan bahwa pengalaman di masa lalu telah menunjukkan peran yang menentukan dari kekuatan penangkal rudal Republik Islam, termasuk dalam perang 12 hari melawan Israel dan AS.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, dalam sebuah wawancara televisi menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin Hizbullah Lebanon dan ilmuwan nuklir Iran tidak akan melumpuhkan gerakan perlawanan maupun kemampuan sains Iran.
Menyinggung kunjungannya ke Lebanon dan pengarahannya mengenai kondisi Hizbullah, Larijani, mengatakan, “Tidak dapat disangkal bahwa Hizbullah terpukul atas gugurnya para komandan dan sekjennya, Sayyid Hassan Nasrallah. Namun, gerakan ini bukan hanya tidak akan hancur, melainkan kemampuannya justru akan ditingkatkan berkat ideologi dan perjuangannya.”
Dia mengaku bahwa dalam kunjungannya ke Lebanon dia telah menyaksikan Hizbullah dengan cepat membangun kembali dan melanjutkan perlawanannya.
Larijani menekankan bahwa pengalaman membangun kembali dan melanjutkan perlawanan sangatlah berharga, dan tren ini tidak hilang dengan kematian individu.
Menyinggung gugurnya para ilmuwan nuklir Iran, dia mengatakan, “Ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh, dan Trump mengatakan, ‘Saya mengebom pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.’ Namun, ia harus menyadari bahwa Iran telah mengkader sejumlah besar ilmuwan dan tidak akan menghancurkan teknologi nuklirnya.”
Di bagian lain pidatonya, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran membahas perilaku militer AS di kawasan Timur Tengah. Dengan nada sarkastis dia mengatakan, “Jika Amerika ingin mengubur mayat setiap hari, mereka harus menyerang berbagai negara.”
Sumber : FNA | MEHR
0 Komentar