Foto:“Kementerian Luar Negeri Yaman juga menuduh PBB bias, dengan mengatakan PBB telah mengutuk "tindakan hukum yang diambil oleh pemerintah terhadap sel-sel mata-mata yang terlibat dalam kejahatan" tetapi gagal mengecam serangan Israel di Sanaa, lapor kantor berita nasional Yaman, SABA.”(sc) REMOVESRAEL – Pemerintahan Yaman mengatakan kekebalan hukum yang dinikmati staf PBB yang bekerja di Yaman tidak boleh digunakan sebagai kedok spionase, beberapa hari setelah setidaknya 18 personel PBB ditahan di ibu kota Sanaa.
Militer Yaman menggerebek kompleks PBB pada Hari Minggu lalu. Operasi tersebut dilakukan setelah serangan Israel di Sana'a membuat perdana menteri pemerintah Yaman, Ahmed Al Rahwi, dan beberapa menteri lainnya gugur.
Kementerian Luar Negeri Yaman mengatakan pihaknya menghormati "Konvensi 1946 tentang Hak Istimewa dan Kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa sambil menekankan bahwa kekebalan ini tidak melindungi kegiatan spionase atau mereka yang terlibat di dalamnya, juga tidak memberi mereka perlindungan hukum," seperti dikutip dari The National 4 September.
Sebelum penggerebekan akhir pekan itu, Pemerintah Ansarullah Yaman telah menahan 23 personel PBB, beberapa di antaranya sejak tahun 2021.
Kementerian Luar Negeri Yaman juga menuduh PBB bias, dengan mengatakan PBB telah mengutuk "tindakan hukum yang diambil oleh pemerintah terhadap sel-sel mata-mata yang terlibat dalam kejahatan" tetapi gagal mengecam serangan Israel di Sanaa, lapor kantor berita nasional Yaman, SABA.
Penangkapan dilakukan sebagai bagian dari langkah-langkah yang diambil oleh otoritas Sana'a terhadap staf organisasi internasional yang diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata untuk kepentingan kekuatan asing!
Sebelumnya, pada 31 Agustus, dilaporkan ada 11 orang yang ditangkap. PBB menuntut pembebasan segera stafnya. Namun Ansarullah sebelumnya menyatakan memiliki bukti yang menunjukkan aktivitas intelijen yang disamarkan sebagai misi kemanusiaan.
Sejak Yaman diserang secara keroyokan oleh koalisi Saudi dan Amerika-Israel plus Nato, PBB sama sekali tak memberikan kontribusi apapun atas terbunuhnya ratusan ribu warga sipil Yaman disamping kelaparan yang luar biasa sejak koalisi pimpinan Amerika menginvasi Yaman pada tahun 2015 lalu!
Tentu saja, ini yang membuat Yaman sulit untuk percaya terhadap lembaga internasional PBB tersebut yang terkesan hanya melayani kepentingan kalangan Imprealis Global semata.
Sumber :Resitence Network
0 Komentar