[VIDEO] Dokumentasi Langka Wawancara Imam Khomeini dengan Jurnalis Kanada

Imam Khomeini dan Jurnalis Robert Macneil Foto:“Kami akan meninggalkan Israel, dan tidak akan memiliki hubungan apapun dengannya. Israel adalah rezim perampas, dan bermusuhan dengan kami.”(sc)

REMOVESRAEL – Jurnalis asal Kanada Robert Macneil sempat mewawancarai Imam Khomeini di Paris Perancis menjelang kemenangan Revolusi Islam Iran. Dalam kalimat pembuka jurnalis Kanada tersebut mengatakan;

Malam ini orang yang dapat menggulingkan Raja Iran (Syah Reza Pahlevi) akan berpidato dari markasnya di Prancis.

Selamat sore dari Porsche Train Prancis. Selama tujuh minggu terakhir desa kecil 20 mil di selatan Paris ini telah menjadi pusat perlawanan terhadap Raja Iran. Ini adalah tempat tinggal orang yang menjadi simbol perlawanan religius terhadap Raja dan yang memimpin gerakan untuk menggulingkan nya.

Imam Khomeini adalah pemimpin agama Muslim berusia 78 tahun, Ruhullah Khomeini, dan gelarnya adalah Ayatollah. Imam diasingkan dari Iran oleh Raja 15 tahun yang lalu, dan sekarang hidup bersahaja di desa Prancis ini.

Imam bertahan hidup dengan pola makan yang sederhana, sholat dan puasa sambil mengeluarkan komunike politik yang tegas dan banyak menerima tamu orang Iran yang tertarik ke pusat kekuasaan yang hampir mustahil ini.

Sore ini saya berbincang dengan pria yang bertanggung jawab di ruang tamunya yang kecil di pondok sederhana ini.

Macneil : "Benarkah anda bersimpati pada tujuan pembebasan Palestina" ( PLO) ?

Imam Khomeini : "Kami bersimpati kepada pihak yang tertindas, siapapun yang tertindas dan dimanapun, kami bersimpati kepadanya."

" Orang Palestina tertindas, Israel menzalimi mereka, karena itu kami memihak kepada mereka."

Macneil : "Jika Raja digulingkan dan pemerintahan yang anda inginkan kemudian berkuasa di Iran, bagaimana hubungan Iran dengan Israel akan berubah?"

Imam Khomeini : "Kami akan meninggalkan Israel, dan tidak akan memiliki hubungan apapun dengannya. Israel adalah rezim perampas, dan bermusuhan dengan kami."

Macneil : "Apakah itu berarti Israel tidak lagi menerima minyak dari Iran?"

Imam Khomeini : "Tidak akan menerimanya, Tidak akan ada lagi minyak dari Iran untuk Israel! "



Dalam sesi tanya jawab berikutnya, yang tidak kami tampilkan dalam video diatas karena keterbatasan dan beberapa hal, Macneil bertanya kepada Imam Khomeini masalah hubungan Iran dan Amerika pasca Revolusi Islam ;

Macneil : "Baiklah, bagaimana hubungan dengan Amerika Serikat? Apakah akan berubah jika pemerintahan yang anda kehendaki berkuasa di Iran?

Imam Khomeini :" Kami tidak akan menzalimi Amerika, dan tidak pula bersedia dizalimi oleh mereka. Kami tidak akan bersedia menanggung beban semua kezaliman yang telah mereka lakukan terhadap kami. Dan mengenai hubungan persahabatan dengan semua negara, selagi mereka menghormati kami, kami juga akan menghormati mereka.

Macneil : "Apa yang pernah Amerika Serikat lakukan kepada anda?"

Imam Khomeini : "Berbagai macam kejahatan terbesar yang pernah pemerintah demi pemerintah AS lakukan kepada kami ialah; memaksakan dinasti Pahlevi terhadap kami, menjarah kekayaan kami melalui dinasti ini. Tanpa menggantinya dengan sesuatu yang berguna bagi bangsa kami. AS juga menjadi pelindung represi tentara Raja terhadap rakyat Iran. AS membangun pangkalan pangkalan militer di Iran sehingga kontras dengan sikap independensi kami.

Kami berharap rakyat Amerika bersedia menindak para pemimpinnya, kami tidak ingin reputasi rakyat AS mengalami sebentuk kejatuhan dimata bangsa bangsa muslim atau dianggap sebagai entitas yang zalim oleh mereka.

Jika rakyat Amerika berkenan menyesuaikan diri dengan kami maka kami akan berterima kasih kepada mereka.

Sumber : Sahara TV

Posting Komentar

0 Komentar