Israel Serang RS Nasser, Puluhan Jurnalis dan Petugas Medis Gugur

Israel Serang RS Nasser di Jalur Gaza Foto:“Serangan pertama mengakibatkan sejumlah korban jiwa, termasuk jurnalis, dan alam serangan kedua, jumlah korban tewas meningkat menjadi hampir 20 orang.”(sc)

REMOVESRAEL – Israel menyerang Rumah Sakit Nasser di selatan Jalur Gaza, hingga menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk enam jurnalis, serta sejumlah petugas medis dan petugas penyelamat, Senin (25/8), dalam aksi brutal terbaru terhadap warga sipil dan sistem kesehatan yang hancur.

Serangan itu membunuh para jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera, Reuters, dan Associated Press (AP), dan lain-lain, dan tergolong serangan paling mematikan terhadap rumah sakit dan pekerja media dalam hampir dua tahun aksi genosida Israel di Jalur Gaza.

Serangan terbaru itu terjadi ketika Israel memperluas serangannya ke daerah-daerah padat penduduk dan pusat-pusat perkotaan, termasuk Kota Gaza, sehingga meningkatkan bahaya bagi penduduk.

Serangan pertama dari serangan “ketuk ganda”, yang disusul oleh serangan kedua tak lama kemudian, menghantam lantai atas sebuah gedung di Rumah Sakit Nasser. Beberapa menit kemudian, ketika para jurnalis dan tim penyelamat pengena rompi oranye bergegas menaiki tangga luar, proyektil kedua menghantam, kata Dr. Ahmed al-Farra, kepala departemen pediatri.

Koresponden Al-Alam, Mohammed Abu Obeid, selamat dalam peristiwa tersebut. Dia mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya gedung tersebut diserang. Sebaliknya, insiden ini merupakan yang kelima atau keenam dalam agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza.

Dia menjelaskan bahwa serangan pertama mengakibatkan sejumlah korban jiwa, termasuk jurnalis, dan alam serangan kedua, jumlah korban tewas meningkat menjadi hampir 20 orang, dengan perkiraan akan ada peningkatan mengingat parahnya luka dan runtuhnya sistem kesehatan dan medis di kompleks tersebut.

Serangan itu tak pelak mendapat kecaman dunia, terutama dari kelompok-kelompok kebebasan pers dan peduli HAM. Mereka menyatakan kemarahan atas pembunuhan berulang Israel terhadap jurnalis Palestina di Gaza.



Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina juga mengecam serangan tersebut. “Tim penyelamat tewas saat bertugas. Pemandangan seperti ini terjadi setiap saat di Gaza, seringkali tak terlihat, sebagian besar tidak terdokumentasi,” kata Albanese.

Dia menambahkan, “Saya mohon kepada negara-negara: berapa banyak lagi yang harus disaksikan sebelum Anda bertindak untuk menghentikan pembantaian ini? Hancurkan blokade. Terapkan Embargo Senjata. Terapkan Sanksi.”

Negara-negara sekutu Israel, seperti Prancis, Jerman, dan Inggris, turut menyerukan penyelidikan.

Serikat Jurnalis Palestina mengutuk serangan itu dan menyebutnya representasi “perang terbuka terhadap media bebas, dengan tujuan meneror jurnalis dan mencegah mereka memenuhi tugas profesional mereka untuk mengungkap kejahatan Israel kepada dunia”.

Sumber :Aljazeera |Alalam |Presstv

Posting Komentar

0 Komentar