Ayatollah Khamenei: Tak Berdaya Hadapi Serangan Balik Iran, Israel Ingin Secepatnya Gencatan Senjata

Ayatollah Khamenei dan Rudal hipersonik Fattah juga drone Gaza ikut dipamerkanFoto : "Kesiapan menghadapi kekuatan seperti AS dan anjingnya yang terbelenggu, rezim Zionis, sangatlah berharga,” ujarnya." (Khamenei.IR)

REMOVESRAEL – Pemimpin Besar Republik Islam, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan Israel terpaksa “tunduk dan bergantung pada AS” dalam agresinya selama 12 hari terhadap Iran setelah tak berdaya menghadapi serangan balik Iran.

Dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para pejabat kehakiman Iran di Teheran pada hari Rabu (16/7), Ayatollah Khamenei mengatakan konfrontasi tersebut tidak hanya menunjukkan kekuatan militer dan strategis Iran, melainkan juga juga ketahanan, kesadaran, dan persatuan nasional Iran.

“Pencapaian besar bangsa ini selama perang 12 hari adalah tekad, tekad, dan kepercayaan diri nasional mereka, karena esensi dari memiliki semangat dan kesiapan menghadapi kekuatan seperti AS dan anjingnya yang terbelenggu, rezim Zionis, sangatlah berharga,” ujarnya.

Ayatullah Khamenei menyinggung transformasi Iran dari status sebagai negara yang tunduk di era rezim Pahlavi menjadi negara yang tegas dan independen.

“Dulu, bahkan secara pribadi, para pejabat tidak berani mengkritik Amerika. Kini, Iran telah mencapai titik di mana ia bukan hanya tidak takut pada AS, melainkan bahkan menanamkan rasa takut padanya,” ungkapnya.

“Semangat dan tekad nasional inilah yang membuat Iran bangga dan mendorongnya untuk mencapai aspirasi besarnya,” sambungnya.

Ayatullah Khamenei menepis asumsi keliru para pemimpin Barat bahwa agresi militer Israel telah memberi mereka kesempatan untuk menekan Iran secara diplomatis. Dia menekankan bahwa Iran tidak akan pernah memasuki arena diplomatik maupun militer sebagai pihak yang lebih lemah.

“Kami memiliki semua perangkat yang diperlukan seperti rasionalitas dan kekuatan militer. Karena itu, di ranah diplomatik maupun medan perang, kapan pun kami terlibat, berkat pertongan Allah, kami akan terjun dengan kekuatan penuh,” ujarnya.

Ayatollah Khamenei menyebutkan bahwa Israel melalui AS telah memohon gencatan senjata setelah 12 hari mengagresi Iran, dan ini merupakan satu bukti nyata ketegasan dan kuatnya serangan balik Iran terhadap rezim Zionis tersebut.

“Jika rezim Zionis tidak tunduk dan bertekuk lutut, dan jika ia mampu mempertahankan diri maka tidak akan berpaling kepada Amerika sedemikian rupa. Namun ia menyadari tidak dapat melawan Republik Islam,” ungkapnya.

Mengenai balasan Iran terhadap serangan AS, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Target yang diserang Iran adalah pusat Amerika yang sangat sensitif (Lanud Al-Udeid, Qatar) di kawasan sekitar, dan setelah sensor media dicabut, akan jelas betapa telaknya pukulan yang dilancarkan Iran. Tentu saja, serangan yang lebih besar dapat dilancarkan kepada AS dan negara-negara lain jika diperlukan.”

Sumber : Al Alam | Press TV

Posting Komentar

0 Komentar