Kesepakatan dengan AS yang Membawa Bencana bagi Indonesia

BoP bencanaFoto :"Kedaulatan Indonesia runtuh disini. Kita harus ikut semua aturan mereka tanpa boleh bertanya. Pokoknya kita harus terima, harus dengar dan harus patuh untuk ikuti semua instruksi."(sc)

REMOVESRAEL — Jangan terkecoh, tarif 19% yang kita ributkan hanyalah puncak dari gunung es dari permasalahan yang jauh lebih besar. Pokok pokok perjanjian yang menyertai tarif 19% itu lebih mengerikan kalau ditelaah dengan seksama kalimat demi kalimatnya ;

Pertama : 280 juta penduduk Indonesia akan menjadi pasar bagi 99% produk Amerika dari semua sektor tanpa terkecuali. Ini sama dengan menjadikan Indonesia sebagai negara bagian yang baru untuk Amerika Serikat(AS) .

Kedua : tidak perlu ada lagi sertifikasi, inspeksi, standarisasi, requirement atau izin untuk semua produk dari AS; mulai dari alat industri, kendaraan, obat, makanan, kosmetik, produk pertanian, produk digital dan semuanya. Jadi tidak perlu lagi sertifikat TKDN, uji emisi, izin edar BPOM, izin edar Kemenkes, neraca komoditas atau apapun itu namanya untuk semua produk dari AS.

Kedaulatan Indonesia runtuh disini. Kita harus ikut semua aturan mereka tanpa boleh bertanya. Pokoknya kita harus terima, harus dengar dan harus patuh untuk ikuti semua instruksi.

Ketiga : Mereka akan memiliki akses penuh pada data pribadi rakyat Indonesia yang disimpan di wilayah NKRI. Jadi pemerintah AS akan dapat melihat, membaca dan semua aktivitas pribadi yang dilakukan rakyat Indonesia di berbagai platform digital. Mulai dari percakapan yang kita kirim, makanan yang kita pesan, obat yang kita beli hingga berbagai data penting yang sangat private sekalipun, selama itu kita lakukan melalui platform digital mereka memiliki akses untuk mengawasi.

Kita seperti hidup sebagai tahanan yang dimonitor 24 jam, 7 hari. Kemana mana akan dibuntuti dari bangun tidur hingga tidur lagi. Miris.. sangat miris...! Ini semua akan di izinkan oleh pemerintah Indonesia.

Keempat : Mereka menginginkan mineral kritis yang ada di Indonesia yang beberapa diantaranya telah dilarang oleh undang-undang di Indonesia untuk diekspor. Telah lengkaplah kriteria penjajah dipenuhi oleh pemerintah AS, mereka menginginkan apa yang terkandung di tanah ibu pertiwi. Tahukah kita mereka telah mengabarkan ke seantero AS melalui situs Whitehouse. gov bahwa kesepakatan dengan Indonesia adalah sebuah kesepakatan bersejarah yang membawa Kemenangan bagi AS.

Lucunya pemerintah Indonesia disini seperti gagal memahami situasi yang terjadi dan seperti gagal meneropong jauh kemungkinan bencana yang mengintai dari balik pokok-pokok kesepakatan tersebut.

Rasanya terlalu jauh kalau harus berasumsi bahwa tim negosiator pemerintah Indonesia tidak dapat memahami isi teks kesepakatan dagang tersebut. Tapi faktanya pemerintah Indonesia kini sibuk membantah dan mencari justifikasi. Apa sesungguhnya yang dikejar pemerintah Indonesia, jangan sampai kita dipaksa berpikir ada udang dibalik batu, ada kepentingan kelompok tertentu.

Sebelum pikiran kolektif kita semakin liar, pemerintah harus menjelaskan kepada rakyat Indonesia dengan gamblang dan transparan. Pemerintah harus menyerap berbagai masukan yang preventif- konstruktif dari berbagai perspektif demi menjaga kedaulatan bangsa yang menjadi harga mati, dan jika kemudian kita menemukan bahwa kesepakatan ini memang membawa bencana bagi bangsa dan mengancam kemerdekaan kita maka pemerintah harus segera membatalkan kesepakatan tersebut.

Sumber : Reel Ridho Rahmadi on TikTok

Posting Komentar

0 Komentar