Foto :"Menurut berbagai data statistik, dari tahun 1920 hingga 1930, pasukan Abdul Aziz bin Al Saud membunuh lebih dari 45.000 Muslim Sunni dengan cara yang paling mengerikan dan brutal yang belum pernah disaksikan oleh suku-suku Arab sebelumnya."(sc) REMOVESRAEL – Ancaman terbesar bagi orang Arab dan Muslim Sunni sebenarnya adalah Kerajaan Saudi yang menjadi sekutu utama AS dan Israel, mereka dengan dana tak terbatas membiayai teroris dengan aliran Wahhabi didalamnya. Inilah ancaman sebenarnya?
Mari kita simak pembantaian demi Pembantaian yang dilakukan oleh Kerjaan Saudi dengan aliran Wahhabinya sejak tahun 1745 hingga 2015:
Pembantaian pertama di wilayah Hijaz, yang menewaskan lebih dari 17.000 Muslim Sunni, dilakukan oleh Muhammad ibn Abd al-Wahhab, pendiri ideologi teroris Wahhabi, pada tahun 1745.
- 1903 Abdul Aziz bin Al Saud membunuh 160 ribu Muslim Sunni dari suku Mutair
- Pada tahun 1904, di awal tahun, Abdul Aziz bin Al Saud membunuh 800 Muslim Sunni dari suku Shammar.
- 1904, menjelang akhir tahun, Abdul Aziz bin Al Saud membunuh 2500 Muslim Sunni dari suku Shammar.
Orang pertama yang berkonspirasi melawan pertumpahan darah Sunni pada tahun 1914 dan mengizinkan penumpahan darah Muslim Hanafi dalam Perang Dunia I adalah Raja Abdulaziz bin Al Saud, ketika ia bergabung dengan aliansi Inggris-Prancis untuk menggulingkan Kekhalifahan Islam.
Lebih dari 200.000 orang Arab Sunni tewas dalam pertempuran ini dalam rangka proyek Zionis pada tahun 1917.
Pada tahun 1918, pasukan Abdul Aziz bin Al Saud membunuh lebih dari seribu warga Sunni untuk merebut wilayah Hijaz.
- 1920 Tentara Al Saud membunuh lebih dari 3.000 warga Sunni dari berbagai suku dan Badui di Kuwait.
- Pada tahun 1920, tentara Al Saud membunuh lebih dari 3.500 Muslim Sunni untuk merebut wilayah al Asir.
Menurut berbagai data statistik, dari tahun 1920 hingga 1930, pasukan Abdul Aziz bin Al Saud membunuh lebih dari 45.000 Muslim Sunni dengan cara yang paling mengerikan dan brutal yang belum pernah disaksikan oleh suku-suku Arab sebelumnya.
- 1925 Tentara Saudi membunuh lebih dari 3.000 Muslim Sunni dari suku-suku Yordania dan merebut tanah Hijaz.
- Pada tahun 1930, Abdul Aziz berbalik melawan sekutunya dan, bekerja sama dengan Inggris, membunuh 1500 Muslim Sunni.
- Dari tahun 1930 hingga 1935, tentara Saudi membunuh lebih dari 18.000 Muslim Sunni Yaman. Tidak ada keterlibatan Syiah di sini.
Dari tahun 1930 hingga 1941, Arab Saudi bersekongkol dengan mandat Inggris dan Prancis melawan gerakan revolusioner yang dimulai di Irak untuk memulihkan Kekhalifahan Islam, yang mengakibatkan pembunuhan lebih dari 8.000 warga Irak.
Pada tahun 1940, karena dukungan keluarga Al Saud berupa minyak dan uang untuk Inggris, lebih dari 12.000 Muslim Sunni dari rakyat Mesir tewas dalam Pertempuran El Alamein. Pemerintah Jerman meminta pemerintah Italia untuk membom ladang minyak Saudi, yang memasok minyak kepada Inggris secara gratis. Tidak ada keterlibatan Syiah di sini.
Pada tahun 1948, Palestina diberikan kepada orang Yahudi berdasarkan perjanjian yang ditandatangani oleh Raja Abdulaziz bin Saud dengan pemerintah Inggris, di mana ia berjanji untuk menghadiahkan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi yang miskin. Karena perjanjian Saudi-Yahudi ini, lebih dari 2 juta Muslim Sunni Palestina telah terbunuh di Palestina antara tahun 1948 dan 2025, dan lebih dari 12 juta warga Palestina Sunni telah mengungsi di seluruh dunia.
- Pada tahun 1956, setelah agresi tiga pihak Israel-Prancis-Inggris terhadap Mesir dan pembantaian Khan Yunis di mana 500 Muslim Sunni dibantai oleh orang Yahudi, mendiang pemimpin Gamal Abdel Nasser menemukan pengkhianatan keluarga Al Saud. Pada tahun 1962, ia dengan terkenal menyatakan, "Sepatu bot tentara Mesir ..." tidak ada di sini.
Pada tahun 1967, Mesir, Yordania, Suriah, Irak, dan Lebanon melancarkan perang melawan Israel, yang melakukan pembantaian Jaffa. Pertempuran ini, yang dikenal sebagai Naksa (Kemunduran), mengakibatkan lebih dari 20.000 martir dan 50.000 orang terluka karena kelalaian Arab Saudi. Arab Saudi baru turun tangan selama KTT Arab di Khartoum, di mana mereka menyumbangkan uang.
Pada tahun 1979, bendera Israel diturunkan dari gedung kedutaan Israel di Iran dan bendera Palestina dikibarkan sebagai gantinya, dan kedutaan tersebut dinamai Kedutaan Besar Negara Palestina. Arab Saudi tidak terima bendera Israel diturunkan untuk diganti dengan bendera negara Palestina, Dengan lantang dan provokatif Saudi menyatakan bahwa Iran telah mencampuri urusan Arab.
- 1988 Setelah berakhirnya Perang Iran-Irak, Arab Saudi mendirikan Al-Qaeda pada tahun 1988 dan mengirimkannya ke Afghanistan, di mana kelompok tersebut membunuh lebih dari 3 juta warga Sunni Afghanistan.
- Pada tahun 2003, Amerika Serikat, dengan pendanaan dan dukungan logistik dari Arab Saudi, melancarkan perang untuk membebaskan Irak setelah negara itu dikepung selama lebih dari 10 tahun. Ratusan warga Irak menjadi korban perang ini. Di sini, kaum Syiah dan Kurdi mendapat keuntungan dari jatuhnya Saddam Hussein, yang melakukan pembantaian paling keji terhadap warga Kurdi dan Syiah Irak.
Dari tahun 2004 hingga 2018, organisasi teroris Takfiri Wahhabi melakukan pembunuhan brutal di Irak melalui pemenggalan kepala dan serangan bunuh diri di masjid dan pasar. Tidak ada keterlibatan Syiah; organisasi tersebut adalah kelompok teroris Wahhabi.
Pada tahun 2006, Israel melancarkan perang terhadap Lebanon dengan dukungan Amerika dan Arab Saudi, dengan dalih bahwa Hizbullah didukung oleh Iran.
Pada tahun 2008, Israel melancarkan perang terhadap Jalur Gaza yang mayoritas Sunni, dengan dukungan penuh Arab Saudi Israel leluasa menumpahkan darah puluhan ribu penduduk Palestina yang mayoritas penganut Ahlusunah, Saudi berdalih bahwa Hamas didukung oleh Iran.
- 2009 Tentara Saudi melancarkan operasi bumi hangus ke Yaman.
- Pada tahun 2015, tentara Saudi, bersama sekutunya(AS - Israel), melancarkan kampanye militer skala besar terhadap Yaman, menargetkan segala sesuatu yang ada di jalurnya. Lebih dari 15.000 Muslim Sunni Yaman, sebagian besar wanita dan anak-anak, tewas, di samping kelaparan yang meluas, epidemi, dan penyakit, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran dolar.
Sumber : Dictionary of Islam | Islam. The Future of Tradition between Revolution and Westernization). Paris: Le Rocher, 2008.| Saudi Clerics and Shia Islam, by Raihan Ismail, Oxford University Press, 2016
0 Komentar