Foto :"Dengan menggunakan tiga skenario serangan sekawanan (swarm) diatas, dipimpin Kapal Induk Drone "Martyr Bahman Bagheri", yang dilengkapi teknologi jamming elektronik. Armada sebesar apapun yang dimiliki AS saat ini di kawasan Teluk, terancam di besi tuakan."(sc) REMOVESRAEL – Garda Revolusi Iran (IRGC) Navy fokus pada Fast Attack Craft (FAC) atau perahu cepat rudal yang berkecepatan sangat tinggi dan berdesain ringan untuk taktik swarm (serangan kawanan) di Teluk Persia untuk pertempuran dalam 1000 km dari lepas selat Hormuz. Pengerahan Kapal Selam jenis Ghadir dan kawanan Drone Kamikaze.
Skenario ke-1:
1. Haidar 110 (Haidar-110): Dirilis Maret 2025, ini adalah perahu tempur rudal tercepat buatan Iran yang dirancang IRGC, diklaim mencapai kecepatan hingga 110 knot (sekitar 204 km/jam). Menggunakan desain catamaran (double-hull) dari karbon fiber dan membawa rudal jelajah jarak menengah.
2. Shahid Soleimani-class (Catamaran Corvettes): Kapal kelas korvet stealth (s⁷amar) berdesain catamaran yang diluncurkan IRGC. Termasuk dalam kelas ini adalah Shahid Sayyad Shirazi dan Shahid Hassan Baqeri (diluncurkan Feb 2024), serta Shahid Raees Ali Delvari (commissioned 2025). Kapal-kapal ini membawa rudal pertahanan udara dan rudal antikapal.
3. Tariq dan Somar: Perahu cepat yang diungkap pada 2025, Tariq (kecepatan 90 knot, double-hull) dan Somar (terbuat dari karbon fiber, 80 knot), keduanya dirancang untuk meluncurkan rudal saat bergerak.
4. Zolfaghar (Zolfaghar Fast Attack Craft): Perahu serang cepat ringan yang diproduksi dalam negeri, mampu mencapai kecepatan hingga 70 knot. Perahu ini sering dilengkapi dengan peluncur rudal jelajah Nasr-1.
Target adalah merusak lambung kapal dari armada tempur amerika yang masuk dalam jarak tembak FAC Iran.
Skenario ke-2:
Format serangan swarm Iran ini akan di lengkapi kapal selam jenis Ghadir di antaranya rudal anti-kapal jelajah seperti Ya-Ali, SS-N-22 Sunburn, dan SS-NX-26 Yakhont. Selain itu, Iran memproduksi rudal balistik jarak pendek/menengah seperti keluarga Fateh dan Shahab untuk memperkuat kemampuan serangan maritimnya.
Rudal Jelajah Anti-Kapal: Ya-Ali, SS-N-22 Sunburn, SS-NX-26 Yakhont akan di temani oleh Rudal Balistik Maritim: Fateh-110, Shahab-1/2, Qiam-1, dan rudal baru lainnya yang berpotensi diluncurkan dalam formasi serangan bawah laut.
Kombinasi rudal ini, bersama dengan kemampuan peluncuran dari kapal selam jenis Ghadir atau Kilo Iran, dirancang untuk ancaman strategis di wilayah perairan.
Skenario ke-3:
Serangan swarm drone kamikaze Iran untuk menguras rudal cepat musuh dan serta menguras amunisi perang Amerika.
Drone kamikaze utama Iran yang paling terkenal dan banyak digunakan adalah Shahed-136 (dikenal di Rusia sebagai Geran-2), yang dirancang oleh HESA dan Shahed Aviation Industries. Drone berdesain delta wing (sayap segitiga) ini murah, sulit dideteksi, dan dirancang untuk serangan satu arah dengan hulu ledak 20-40 kg.
Kemudian Shahed-136 kemungkinan akan ditemani beberapa nama drone kamikaze/serang Iran:
1. Shahed-131: Versi lebih kecil dari Shahed-136.
2. Shahed-191 (Saeqeh): Drone serang berbasis teknologi siluman.
3. Ababil-2 dan Ababil-3: Seri drone serang dan pengintai yang diproduksi Qods Aviation Industries.
4. Mohajer-10: Drone serang dengan kemampuan jarak jauh dan hulu ledak besar.
Dengan menggunakan tiga skenario serangan sekawanan (swarm) diatas, dipimpin Kapal Induk Drone "Martyr Bahman Bagheri", yang dilengkapi teknologi jamming elektronik. Armada sebesar apapun yang dimiliki AS saat ini di kawasan Teluk, terancam di besi tuakan.[exc]
0 Komentar