Teheran Nyatakan Tak Ada Perundingan dengan Eropa dan AS

Jubir Menlu Iran Foto : "Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan, “Kami tidak berniat bernegosiasi dengan Washington saat ini. Pada tahap ini, kami berfokus pada studi dampak dan konsekuensi tindakan E3 dan AS." (ig)

REMOVESRAEL – Tidak ada program negosiasi Iran dengan E3 (Inggris, Prancis dan Jerman) maupun dengan Amerika Serikat (AS). Iran telah menyelesaikan semua argumennya terkait negosiasi program nuklirnya, yang hingga saat ini belum menerima laporan dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang menunjukkan non-toksisitasnya.

Teheran, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei, Senin (6/10), menegaskan pihaknya dewasa ini tidak akan berunding dengan Washington, dan akan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional. Namun, Iran tidak akan ragu untuk menggunakan diplomasi jika bermanfaat dan efektif.

Pada saat yang sama, Iran memperingatkan perihal serangan potensial baru, dan menekankan bahwa Iran akan menanggapi setiap tindakan atau negara yang membiarkan wilayah dan zona udaranya digunakan untuk serangan terhadap Iran.

Adapun mengenai penerapan “mekanisme pemicu” (snapback) , Baghaei menekankan bahwa E3 menggunakan mekanisme ini untuk memaksakan tuntutan Washington kepada Dewan Keamanan, dan menyebut pendekatan negara-negara itu destruktif dan tidak bertanggung jawab.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan, “Kami tidak berniat bernegosiasi dengan Washington saat ini. Pada tahap ini, kami berfokus pada studi dampak dan konsekuensi tindakan E3 dan AS. Tentu saja, diplomasi tetap berjalan sebagai proses yang berbasis pada komunikasi dan konsultasi.”

Mengenai kerja sama Iran dengan IAEA, Teheran menegaskan bahwa Iran tetap menjadi anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), namun Perjanjian Kairo tidak lagi berlaku karena salah satu syaratnya adalah tidak mengaktifkan mekanisme pemicu. Teheran menekankan bahwa tidak ada inspektur IAEA di Iran.

“Kami sekarang tidak dapat menggunakan Perjanjian Kairo sebagai dasar terpisah untuk kerja sama antara Iran dan IAEA, dan tanggung jawab atas hal ini berada di tangan pihak-pihak Eropa,” ungkap Esmail Baghaei.

Mengenai negara-negara yang menerapkan sanksi PBB dalam hubungan mereka dengan Iran, termasuk Turki, Teheran menganggap tindakan ini ilegal.

Teheran juga mengimbau negara-negara sahabat untuk tidak memberlakukan resolusi ilegal. Pintu diplomasi tetap terbuka, dan kepentingan bangsa Iran adalah dasar dari setiap posisi yang diambil Teheran. Tidak akan ada negosiasi atau kesepahaman dengan pihak mana pun yang mengabaikan dasar ini. Inilah pedoman umum Teheran.

Sumber : Alalam

Posting Komentar

0 Komentar