Foto:“Guterres ;"Tingkat kematian dan kehancuran terburuk yang saya lihat selama masa jabatan saya sebagai Sekretaris Jenderal, mungkin dalam hidup saya, dan penderitaan rakyat Palestina tidak bisa digambarkan.”(ig) REMOVESRAEL – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan dunia tidak boleh tunduk pada intimidasi Israel terkait ancaman aneksasi Tepi Barat di tengah perang Israel di Gaza.
“Kita tidak boleh merasa diintimidasi oleh risiko pembalasan,” ujar Guterres dalam wawancara dengan AFP di markas besar PBB, Jumat (19/9/2025).
Guterres menambahkan, “Dengan atau tanpa apa yang kita lakukan, tindakan ini akan terus berlanjut dan setidaknya ada peluang untuk menggerakkan komunitas internasional agar memberi tekanan agar hal itu tidak terjadi.”
Perang Gaza dan Derita warga Palestina
Guterres menyoroti kondisi di Kota Gaza, yang digambarkannya sebagai situasi paling buruk yang pernah ia saksikan.
“Itu adalah tingkat kematian dan kehancuran terburuk yang saya lihat selama masa jabatan saya sebagai Sekretaris Jenderal, mungkin dalam hidup saya, dan penderitaan rakyat Palestina tidak bisa digambarkan.
Baca Juga:
• PBB: Kelaparan di Gaza sebagai Kegagalan Kemanusiaan Global
• [VIDEO] Israel Sengaja Menargetkan anak-anak Sebagai Strategi Genosida
"Kelaparan, ketiadaan layanan kesehatan yang memadai, orang-orang hidup tanpa tempat tinggal layak di area-area konsentrasi besar,” ungkapnya.
Israel sebelumnya mengancam akan menganeksasi Tepi Barat, jika negara-negara Barat tetap melanjutkan rencana pengakuan terhadap negara Palestina pada pertemuan PBB pekan depan.
Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, bahkan menyerukan aneksasi sebagian besar wilayah Tepi Barat untuk “mengubur ide negara Palestina”.
• Baca Juga:
Israel Makin Mengganas, Smotrich Paksa Netanyahu Caplok Tepi Barat
Sementara itu, Amerika Serikat sebagai sekutu dekat Israel menolak untuk mengecam terhadap perang Israel di Gaza maupun rencana aneksasi Tepi Barat.
Sebaliknya, Washington mengecam negara-negara Barat yang berencana mengakui Palestina. Dalam pertemuan tingkat tinggi PBB di New York yang akan dimulai 23 September, akan mempertemukan lebih dari 140 kepala negara dan pemerintahan.
Prancis menyebut setidaknya 10 negara akan mengakui negara Palestina dalam forum tersebut. Pertemuan ini diperkirakan akan didominasi pembahasan tentang masa depan Palestina dan konflik di Gaza, di tengah ancaman Israel untuk menggunakan “kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Sumber:AFP
0 Komentar