Foto:"Serangan tersebut, yang menghantam kota-kota, rumah-rumah, dan infrastruktur Iran saat perundingan diplomatik sedang berlangsung, merupakan "pengkhianatan serius terhadap diplomasi.”(afp) REMOVESRAEL – Presiden Iran Masoud Pezeshkian berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada sesi ke-80 acara tahunan tersebut pada 24 September 2025, di New York City.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam serangan udara "kejam" AS dan Israel pada bulan Juni di wilayah Iran dalam pidatonya di sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Presiden Iran menyampaikan kepada hadirin di Sidang Umum PBB di New York pada hari Rabu bahwa hal ini merupakan “pukulan berat” bagi kepercayaan internasional dan perdamaian regional.
Presiden mengatakan serangan tersebut, yang menghantam kota-kota, rumah-rumah, dan infrastruktur Iran saat perundingan diplomatik sedang berlangsung, merupakan "pengkhianatan serius terhadap diplomasi dan melemahnya upaya untuk membangun perdamaian dan stabilitas."
Pezeshkian menuduh Washington dan Tel Aviv sengaja merusak negosiasi melalui eskalasi militer.
Presiden Iran mengatakan serangan itu menewaskan komandan, wanita, anak-anak, ilmuwan, dan elit nasional, serta merusak fasilitas yang dipantau secara internasional.
Ia mengatakan serangan tersebut merupakan “catatan hitam kejahatan” yang dilakukan dengan dalih menjaga keamanan regional.
"Pembunuhan pejabat negara, penargetan sistematis terhadap jurnalis, dan pembunuhan individu semata-mata karena pengetahuan dan keahlian mereka merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum internasional," ujar Presiden Iran kepada para delegasi dari seluruh dunia.
Sumber : AFP
0 Komentar