Foto :"Kematian al-Obeid dan Mohammed Alsatri menambah daftar panjang atlet Palestina yang menjadi korban keganasan rezim Zionis di Gaza."(ig) REMOVESRAEL – Pasukan Zionis Israel tak hentinya menunjukkan kebengisan. Serangan udara yang dilancarkan ke wilayah Gaza selatan pada Rabu (6/8) menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk di antaranya mantan bintang sepakbola Timnas Palestina, Suleiman al-Obeid.
Wafatnya pesepak bola legendaris yang dijuluki "Pelé Palestina" ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).
"Pemain tim nasional dan bintang tim Khadamat al-Shati, Suleiman Al-Obeid, gugur setelah pasukan pendudukan (Israel) menyerang warga yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu," tulis PFA dalam pernyataan resminya pada Rabu (6/8).
Mengutip Al Jazeera (7/8) julukan "Pelé Sepak Bola Palestina" disematkan padanya sebagai penghormatan atas bakat dan kontribusinya di lapangan hijau, meniru nama sang legenda sepak bola Brasil yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Menurut PFA (Palestine Football Association), al-Obeid tewas dalam serangan yang menargetkan warga sipil yang sedang mengantri bantuan kemanusiaan.
Sosok berusia 41 tahun ini dikenal sebagai salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah sepak bola Palestina, dengan torehan lebih dari 100 gol sepanjang kariernya.
Tak lama setelah itu Mohammad al-Satri, pesepak bola Palestina lainnya, gugur ditembak penjajah israel saat menunggu bantuan di Rafah. Ia menyusul legenda “Pele Palestina” Suleiman Al-Obeid yang juga tewas akibat serangan udara.
Kematian al-Obeid dan Mohammed Alsatri menambah daftar panjang atlet Palestina yang menjadi korban keganasan rezim Zionis di Gaza.
PFA mencatat sedikitnya 662 atlet dan anggota keluarga mereka telah kehilangan nyawa sejak pecahnya perang. Dari jumlah tersebut, 421 merupakan pesepak bola, termasuk 103 anak-anak, sebagian besar di antaranya meninggal akibat serangan langsung maupun kelaparan.
Selain korban jiwa, infrastruktur olahraga di wilayah Palestina juga mengalami kerusakan parah. PFA melaporkan bahwa sebanyak 288 fasilitas olahraga telah rusak atau hancur, terdiri dari stadion, lapangan latihan, pusat kebugaran, hingga gedung klub. Dari total tersebut, 268 berada di Gaza dan 20 lainnya di Tepi Barat. Sekitar separuh fasilitas itu secara langsung melayani kegiatan sepak bola. Bahkan, markas besar PFA di Gaza turut menjadi sasaran serangan udara.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 774 atlet dan ofisial olahraga Palestina gugur. Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina menegaskan israel sengaja menargetkan atlet dan mendesak FIFA untuk segera bertindak.
Tragedi ini mencerminkan dampak kemanusiaan yang semakin dalam dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina tewas di sekitar titik distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak dibentuknya kelompok logistik gabungan yang didukung Amerika Serikat dan Israel pada akhir Mei lalu.
Suleiman al-Obeid meninggalkan seorang istri dan lima anak, serta warisan abadi dalam sejarah olahraga Palestina.
Sumber : Aljazeera
0 Komentar