Foto:“Sehebat apapun mereka mengabdi kepada AS dan Israel, ujungnya pasti akan dikhianati, dicampakkan, bahkan dihabisi. AS dan Israel tidak pernah melihat dunia Islam dan arab sebagai sahabat, mereka hanya melihat bangsa arab sebagai budak dan boneka yang tak boleh punya kehendak. Tidak lebih!”(sc) REMOVESRAEL – Serangan terhadap Qatar beberapa hari lalu, merupakan serangan penting yang dilakukan Israel. Tujuannya bukan hanya untuk menargetkan para pimpinan Gaza, tapi lebih jauh, untuk menggertak dunia Islam soal palestina.
Netanyahu mengirim pesan jelas dan tersembunyi tentang serangan ke Qatar: Israel masih kuat, full backup dari AS, dan Israel akan menghancurkan Gaza.
Membunuh para negosiator perdamaian, dalam ilmu politik diartikan sebagai tantangan perang secara terbuka. Tapi karena arab dan dunia Islam lemah. Serangan ini akan dilupakan begitu saja.
Seperti biasa, setiap serangan Israel kemanapun di muka bumi ini terutama ke timur tengah,selanjutnya hanya diikuti kalimat kecam mengecam, tidak akan ada balasan apapun dari negara muslim dan dunia Islam, apalagi PBB. Hanya Iran dan Hzblh Lebanon yang sampai saat ini selalu menjawab serangan dengan serangan. Bukan serangan dengan kecaman.
Sekarang Qatar, setelah ini mungkin Turki, dua negara ini saat ini tempat para pimpinan Gaza bermukim. Walaupun dengan Turki, Israel dan AS mungkin akan berhitung lebih jauh.
Netanyahu kemarin menyampaikan pidato: siapapun dan negara manapun yang melindungi pimpinan Gaza, agar segera menyerahkan nya ke Israel, jika tidak, Israel akan mengejar mereka kemana saja.
• Baca Juga:
Tragedi Kelaparan Gaza, Dunia Islam dan Arab Sangat Memalukan
Qatar jelas dikhianati AS dan Israel, padahal Qatar selama ini sangat banyak membantu AS, mengizinkan pangkalan militer terbesar AS di timur tengah Al Udeid beroperasi di negara nya, melakukan deal deal politik dan bisnis dengan AS dengan angka ratusan miliar dolar, dll. Tapi apa balasannya? Khianat. Bukan AS yang pinter, tapi Qatar yang naif dan bodoh mempercayai AS. Ini sudah kelakuan umum di dunia Islam dan arab saat ini.
Baca Juga:
Liga Arab Sepakat Tidak ada opsi Balasan atas serangan Israel ke Qatar
Jika Qatar ingin serius membalas serangan Israel kemarin, cukup kirim 1 triliun rupiah saja ke Houthi Yaman. Mereka akan membuat 1000 rudal hipersonik dan ditembakkan ke Israel atas nama Qatar. Gak perlu tangan Qatar langsung yang bergerak. Tapi ini tidak akan terjadi.
Dunia Islam dan khususnya arab saat ini, sibuk memusuhi Iran dengan alasan proxy Syiah, ini hasil bisikan propaganda barat terutama AS. Arab benar benar lupa siapa musuh mereka sesungguhnya.
Arab juga lupa, sehebat apapun mereka mengabdi kepada AS dan Israel, ujungnya pasti akan dikhianati, dicampakkan, bahkan dihabisi. AS dan Israel tidak pernah melihat dunia Islam dan arab sebagai partner, mereka hanya melihat arab sebagai budak dan boneka yang tak boleh punya kehendak. Tidak lebih. Sehebat apapun anda mengabdi kepada AS dan Israel seperti yang dilakukan Arab Saudi, Jordan, Mesir, Kuwait, Qatar, dll selama ini.
Qatar jelas jadi korban, rugi, malu. Dst. Tapi ini hanya drama Netanyahu dan Trump. Setelah serangan, cukup minta maaf, janji gak serang lagi, dan buat drama retorika ala orang mabuk seperti Trump. Qatar akan diam, dan arab akan lanjutkan kerjasama dengan Israel lagi. Sungguh sangat konyol.
Saya selalu konsisten dan tegas mengatakan sejak dulu tidak pernah berubah, bahwa Israel tidak akan pernah bisa dikalahkan dan Palestina tidak akan pernah merdeka selamnya, selama AS terus mensupport Israel dalam segala situasi, dunia Arab dan Islam terus diam dan hanya retorika, dan tatanan geopolitik lama belum berubah ke arah penguatan sistem multipolar yang baru, juga kebangkitan negara negara global.
Selama faktor faktor ini belum memenuhi syarat, maka palestina sangat sulit merdeka dan Israel akan terus eksis melakukan penjajahan. Dari tiga faktor ini, faktor diamnya dunia islam dan arab adalah faktor paling menentukan.
Tujuan lain dari Netanyahu menyerang Qatar adalah, agar negosiasi mentok, dan Israel bebas menghancurkan Gaza tanpa ada pertanggungjawaban. Semua ini lampu hijau dari gedung putih.
Memang tidak semua negara muslim memiliki hubungan dengan Israel, tapi semua negara muslim saat ini memiliki hubungan dengan AS. AS adalah penyokong utama Israel. Dan sayangnya, tidak ada satupun negara muslim di dunia ini yang berani menekan AS agar tidak mensupport Israel. Bukan hanya karena tidak mampu, tapi memang kondisi negara negara muslim saat ini juga sedang sakit. Sakit fisik dan sakit mental.[SH]
0 Komentar