Media Zionis: Semua Pelabuhan Israel Rusak Parah Akibat Serangan Yaman

pelabuhan Israel Rusak parahFoto :"Asap mengepul di pelabuhan Israel karena serangan dari Poros Perlawanan, milisi lintas-teritorial, yang mendukung gerakan pembebasan Palestina, Hamas melawan agresi Israel di Gaza."(sc)

REMOVESRAEL – Media Israel dalam sebuah laporan menyatakan kalau semua pelabuhan di wilayah pendudukan Israel mengalami kerusakan parah akibat serangan angkatan bersenjata Yaman yang terafiliasi kelompok Ansarallah (Houthi) di Laut Merah.

Kerusakan parah yang dimaksud adalah rusaknya infrastruktur sehingga kegiatan perekonomian melambat di masing-masing ​pelabuhan Israel.

Situs Israel, i24news dalam sebuah laporan hari Selasa (20/2/2024) menyatakan, operasi Angkatan Bersenjata Yaman di Laut Merah memotong mata rantai ekonomi Israel.

Ansarullah Yaman melakukan Blokade Laut Merah sebagai bentuk dukungan atas perlawanan milisi pembebasan Palestina HAMAS di Gaza melawan agresi Israel.

"Ini memberikan pukulan yang menyakitkan pada perusahaan pelayaran Israel dan kolaboratornya," tulis laporan itu dikutip dari Pars Today, Selasa (21/2/2024).

Menurut media Israel ini, tindakan militer dan operasi pasukan Yaman memblokade Laut Merah menyebabkan perusahaan transportasi Israel tidak melewati Selat Bab Al-Mandab dan harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.

"Kapal-kapal mencapai pelabuhan Israel (dengan risiko bengkaknya biaya) sebanyak tiga kali lipat dari sebelumnya," kata laporan itu.

Tal Goldstein, Kepala Departemen Perencanaan Strategis Pelabuhan Haifa kepada media Israel mengatakan kalau Blokade Laut Merah oleh Ansarullah dan Angkatan Bersenjata Yaman secara langsung berdampak pada aktivitas pelabuhan Israel.

"Kami terkena dampak dari tindakan tersebut, misalnya kapal yang seharusnya tiba di pelabuhan Haifa sepekan akan tiba setelah tiga pekan," kata Goldstein.

"Kondisi keamanan telah menyebabkan perusahaan asuransi mengenakan lebih banyak bea masuk untuk peti kemas, dan saat ini biaya asuransi telah mencapai lebih dari 65 persen nilai kapal, sedangkan biaya perjalanan waktu dan waktu kedatangan barang telah meningkat beberapa kali lipat dan risiko serangan juga harus diperhitungkan selama perjalanan ini," tegasnya.

Sumber : Parstoday

Posting Komentar

0 Komentar