Foto :"Huckabee tetap membuka peluang ekspansi Israel jika terjadi perang dan Israel memenangkannya, Wilayah yang dimaksud mencakup area antara Sungai Efrat di Irak hingga Sungai Nil di Mesir, termasuk Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi."(ss) REMOVESRAEL — Mike Huckabee, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, memicu kontroversi setelah dalam wawancara dengan Tucker Carlson menyatakan tidak keberatan jika Israel “mengambil semuanya” di kawasan Timur Tengah, merujuk pada interpretasi Alkitab tentang wilayah yang dijanjikan kepada keturunan Abraham.
Wilayah yang dimaksud mencakup area antara Sungai Efrat di Irak hingga Sungai Nil di Mesir, termasuk Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi.
Huckabee tetap membuka peluang ekspansi Israel jika terjadi perang dan Israel memenangkannya. Sikap ini menuai kecaman karena bertentangan dengan prinsip hukum internasional tentang integritas teritorial dan larangan aneksasi wilayah dengan kekerasan.
Pada 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal. Namun, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi pada 1981.
Sejumlah politisi Israel, termasuk Benjamin Netanyahu dan Bezalel Smotrich, juga pernah mempromosikan gagasan “Israel Raya”.
Baca Juga:
▪️ [VIDEO] Misi Netanyahu Wujudkan "Israel Raya" Meliputi Mesir, Jordania, Irak, Suriah, Lebanon dan Arab Saudi
Dalam pernyataannya Huckabee juga turut mengkritik International Criminal Court (ICC) dan ICJ, ia menyebut keduanya tidak lagi menegakkan hukum secara setara.
Pernyataan dan sikap Huckabee tersebut mempertegas dukungan AS terhadap pendudukan Israel atas Palestina ditengah memanasnya suhu geopolitik di timur tengah saat ini.
Sumber:
0 Komentar