Dua Mahluk Yang Paling Berjasa Demi Terbentuknya Israel Raya

Erdogan Jolani piaraan israelFoto : "Al Jolani, teroris yang dosanya diampuni Amerika Serikat, Eropa dan Liga Arab karena jasanya demi terbentuknya Israel Raya, dan Erdogan, yang suaranya nyaring membela Palestina tapi pada saat yang sama menjadi penyuplai amunisi Israel untuk membantai rakyat Palestina."(kolase)

REMOVESRAEL – Kubu Barat bersorak riang ketika rezim Assad di Suriah jatuh, oleh kelompok milisi Sunni garis keras pecahan Al-Qaeda. Bagi Barat teroris yang menghormati kepentingan Israel lebih mereka sayangi daripada pemerintah resmi yang anti-Israel.

Sebulan lalu, Suriah adalah negara Arab terakhir yang masih berstatus perang dengan Israel, dipimpin oleh Bashar Assad yang terpilih dalam pemilihan langsung pada 26 Mei 2021 dengan memenangi 95% suara.

Namun status tersebut kini berubah, sejalan dengan misi yang disebut Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu sebagai “mengubah wajah Timur Tengah”, di mana Suriah “bukan lagi Suriah [yang sama]” seperti dikutip CBN.

Kunci perubahan itu dikantongi pria berjulukan Abu Mohammad al-Jolani, dengan organisasinya bernama Hay’at Tahrir Sham (HTS). Pria yang kini berpenampilan necis dengan jas itu bertemu perwakilan Amerika Serikat (AS), Inggris, Turki, dan Qatar.

Menjadi Proksi Turki dan Qatar

Posisi HTS tetap kuat karena Liga Arab, melalui Qatar, berulang kali menekan pemerintah Bashar Al-Assad untuk membiarkan oposisi berkembang, guna memajukan demokrasi.

Di antara 22 negara anggota liga Arab, hanya delapan negara yang masih berbentuk pemerintahan feodal (dipimpin raja atau emir), di mana pemilu dan oposisi dilarang. Qatar adalah salah satunya sehingga kritikannya ke Suriah pun terdengar munafik.

Meski demikian, Qatar tak peduli. Mereka secara formal mereka mengumumkan mendukung pemberontak Suriah. Berbagai studi dan analisis menilai kepentingan proyek pipa gas Qatar ke Eropa lah alasan utamanya, sebagaimana diulas The Stanceid.

Nilai dukungan Qatar terhadap pemberontak Suriah diperkirakan mencapai US$1 miliar (Rp15 triliun) pada periode 2011-2013. Namun reportase FT menunjukkan bahwa nilainya mencapai US$3 miliar pada periode itu, alias Rp15 triiun per tahun.

Di sisi lain, intervensi Turki ke tanah Suriah jauh lebih kasat mata. Mereka sejak tahun 2016 telah menganeksasi wilayah Suriah Utara. Saat itu dalihnya adalah memerangi organisasi teroris ISIS.

Sebagaimana dikonfirmasi New York Times, Turki bergandengan tangan dengan Qatar dan Saudi mendanai pemberontak bersenjata di Suriah, yakni Jaish a-Fath di mana milisi yang dipimpin al-Jolani yakni Jabhat al Nusra termasuk di dalamnya.

Hal ini menjelaskan mengapa Qatar dan Turki menjadi dua delegasi asing pertama yang mengunjungi Damaskus setelah dikuasai al-Jolani. Negara Arab pendukung normalisasi dengan Israel yakni Yordania dan Saudi antri menyusul dari belakang sambil melipat ekornya.

Sumber ; The Stenceid

Posting Komentar

0 Komentar