[VIDEO] Iran Menuntut Balas Darah Jenderal Qassem Sulaimani, Pangkalan AS di Irak Hancur Lebur

Kondisi pangkalan AS di Irak setelah serangan Iran  Foto :"IRGC meluncurkan sedikitnya 15 rudal balistik ke pangkalan udara Ayn al-Asad di Kegubernuran Al Anbar, Irak Barat, serta pangkalan udara lain di Erbil, Kurdistan Irak sebagai tanggapan terhadap pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh pasukan Amerika Serikat."(ig)

REMOVESRAEL – Pada 8 Januari dan setelah upacara pemakaman Jenderal Soleimani, Pasukan Dirgantara IRGC memulai serangan rudal balistik berat di pangkalan udara Ein Al-Assad Amerika Serikat di Irak Barat Daya dekat perbatasan dengan Suriah dan pangkalan udara yang dioperasikan AS di Erbil sebagai pembalasan atas pembunuhan Amerika Serikat terhadap Jenderal Soleimani.

Ein Al-Assad adalah pangkalan udara dengan landasan pacu 4 km di ketinggian 188 m dari permukaan laut, yang merupakan pangkalan udara utama dan terbesar Amerika Serikat di Irak.

Laporan awal mengatakan sistem radar dan perisai pertahanan rudal di Ein Al-Assad gagal beroperasi dan mencegat rudal Iran.

Laporan tidak resmi mengatakan sistem radar pusat tentara AS di Ein Al-Assad telah macet oleh peperangan elektronik.l

Seperti diketahui, Mayor Jenderal Qassem Soleimani meninggal dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad di Irak pada 3 Januari 2020. Serangan udara itu juga membunuh Abu Mahdi al-Muhandis. Keduanya menjadi martir dalam serangan udara Amerika yang menargetkan kendaraan mereka di jalan menuju bandara.

Lima orang Iran dan lima orang militer Irak menjadi martir oleh rudal yang ditembakkan pesawat tak berawak Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad.

Serangan puluhan rudal Iran pada 8 Januari 2020 terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Ain al-Asad dan instalasi lain yang menampung pasukan AS dan koalisi di dekat Arbil, Irak, merupakan serangan balasan atas gugurnya Jenderal Qassem Suleimani.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, telah memenuhi janjinya untuk membalas luapan kemarahan rakyat Iran ke AS.

Baca Juga:
▪️ Komandan IRGC Jendral Qassem Soleimani Gugur dalam Serangan Teror AS di Irak

IRGC meluncurkan sedikitnya 15 rudal balistik ke pangkalan udara Ayn al-Asad di Kegubernuran Al Anbar, Irak Barat, serta pangkalan udara lain di Erbil, Kurdistan Irak sebagai tanggapan terhadap pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh pasukan Amerika Serikat.

Belasan pasukan Amerika Serikat (AS) dikabarkan terluka dalam serangan rudal Iran di pangkalan militer Al-Asad di Irak pada 8 Januari lalu.

source video: BBC | Iraq Resistence

Amerika Serikat mengevakuasi dua orang yang terluka parah dari pangkalan udara di Irak, guna memperoleh perawatan medis lebih lanjut, menyusul serangan rudal pada hari Senin yang menghantam Pangkalan militer AS, al-Asad di Irak Barat.

Dikutip dari The New York Times, beberapa saat sebelum serangan itu terjadi, Gedung Putih mendapat peringatan dari intelijen. Pada Selasa siang menjelang sore, sebuah pesan kilat dari agen mata-mata masuk. Mereka mengatakan bahwa serangan Iran terhadap pasukan AS hampir pasti.

Peringatan itu diterima oleh Wakil Presiden Mike Pence dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert C. O'Brien. Mereka lantas memerintahkan para pasukan di Irak untuk bersembunyi di ruang bawah tanah.

Tiga jam kemudian, rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghujani dua pangkalan di Irak. Di tempat itu ada sekitar 1.000 tentara AS.

Departemen Pertahanan AS merilis laporan awal yang menyebut serangan rudal Iran itu memicu kerusakan material cukup signifikan, namun tidak ada korban jiwa.

Sumber: FVS

Posting Komentar

0 Komentar