Foto :"Antek Israel sekaligus pengkhianat Palestina, Yasser Abu Shabab, dilaporkan tewas dengan cara mengenaskan setelah dipukuli hingga tumbang oleh anggota kelompoknya sendiri."(sc) REMOVESRAEL – Yasser Abu Shabab, seorang kolaborator Israel dan pemimpin pasukan anti-Hamas terbesar di sektor Gaza, menurut laporan, tewas pada 4 Desember.
Antek Israel sekaligus pengkhianat Palestina, Yasser Abu Shabab, dilaporkan tewas dengan cara mengenaskan setelah dipukuli hingga tumbang oleh anggota kelompoknya sendiri yang mempermasalahkan kerja samanya dengan Zionis.
Insiden ini menjadi sorotan karena menunjukkan ketegangan internal diantara kelompok yang diduga beroperasi dibawah pengaruh Israel.
Laporan dari surat kabar Israel Yedioth Ahronoth menyebut bahwa Abu Shabab tewas akibat pemukulan berat saat terlibat perkelahian internal terkait kolaborasinya dengan Israel. Ia dikabarkan meninggal sebelum tiba di Rumah Sakit Soroka di Beersheba.
Israel sendiri telah berulang kali mengakui bahwa mereka mempersenjatai kelompok-kelompok anti-Hamas di Gaza, yang juga kerap merampas truk bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Media Zionis memberikan versi yang berbeda mengenai bagaimana tepatnya Abu Shabab dibunuh. Dalam beberapa laporan disebutkan bahwa ia tewas dalam serangan jebakan. Dilaporkan bahwa ini terjadi di daerah Rafah di bagian selatan Gaza, yang saat ini diokupasi oleh militer Israel.
Awalnya dilaporkan bahwa Abu Shabab dievakuasi oleh pasukan Israel ke pusat medis "Soroka" di kota Be'er Sheva di selatan "Israel".
Media Israel mengeluarkan narasi yang saling bertentangan sementara pejabat keamanan mengakui kegagalan proyek Tel Aviv membangun milisi proxy lokal di Gaza.
Media Israel terus menerbitkan laporan yang saling bertentangan mengenai kematian Yasser Abu Shabab, seorang kolaborator yang memimpin milisi bekerja untuk kepentingan pendudukan Israel selama perang genosida di Gaza.
Meski narasinya berbeda-beda, penilaian keamanan Israel sepakat bahwa kematiannya merupakan pukulan besar bagi upaya pendudukan membentuk kekuatan lokal yang loyal kepada zionis di Jalur Gaza.
Menurut Channel 12 berbahasa Ibrani, Abu Shabab dipindahkan ke Pusat Medis Soroka di Be’er Sheva setelah terluka dalam konfrontasi bersenjata, sebelum akhirnya dinyatakan tewas meski tim medis Israel berusaha menyelamatkannya.
Beragam Narasi dari Radio Tentara Israel
Radio Tentara Israel mengeluarkan dua versi berbeda mengenai kejadian tersebut. Satu narasi menyebutkan bahwa penilaian awal menunjukkan kematiannya disebabkan oleh perselisihan internal.
Narasi lain menyatakan bahwa pejuang perlawanan Palestina berhasil menghabisinya setelah menjebaknya dalam penyergapan yang direncanakan dengan cermat.
Radio tersebut juga melaporkan bahwa pejabat keamanan senior Israel sebelumnya menolak rencana pembentukan milisi lokal yang bekerja sama dengan Israel di Gaza, menegaskan bahwa eksperimen itu “dipastikan gagal” dan mengingatkan pada nasib Tentara Lebanon Selatan yang runtuh hanya dalam hitungan jam pada tahun 2000.*
Laporan yang Mengarah pada Penyergapan Perlawanan
Platform Israel “Hadashot Lo Tzensura” menyatakan bahwa Abu Shabab bersama asistennya, Ghassan al-Dahini, jatuh dalam “penyergapan matang yang dilakukan Hamas.”
Sementara itu, Channel “Kan” melaporkan bahwa beberapa anggota kelompoknya juga tewas dalam serangan tersebut.
Sumber keamanan Israel lainnya mengklaim bahwa Abu Shabab tewas dalam bentrokan internal dengan asistennya, al-Dahini.
Perayaan Publik di Gaza
Kabar kematian Abu Shabab disambut dengan kegembiraan luas di kalangan warga Gaza, disertai tembakan perayaan di wilayah al-Mawasi, Khan Younis.
Siapa pun pelaksana operasi tersebut, kematiannya memberikan pukulan langsung terhadap upaya pendudukan mendirikan formasi bersenjata lokal di Gaza — upaya yang terus gagal sejak awal perang.
Media Israel Akui Runtuhnya Proyek Milisi Israel
Channel 13 menyatakan: “Siapa pun yang percaya orang-orang seperti Abu Shabab dapat mengelola Gaza atau membangun sistem pemerintahan yang stabil telah mendapatkan jawabannya hari ini… likuidasi Abu Shabab.”
Channel 12 menambahkan: “Selama berbulan-bulan mereka dilatih, dikembangkan, dan diberi legitimasi oleh milisi bersenjata dalam upaya menciptakan ‘alternatif’ bagi Hamas. Pada akhirnya mereka tumbang — dan Hamas tetap ada.”
Proyek Israel yang Gagal di Rafah
Abu Shabab beroperasi di Rafah di bawah perlindungan tentara pendudukan Israel, yang berharap menjadikannya model tata kelola lokal yang terpisah dari Hamas — sebuah proyek yang secara luas ditolak publik Palestina.
Namanya mencuat dalam lanskap keamanan setelah Brigadir Al-Qassam, sayap militer Hamas, pada 30 Mei 2025 merilis rekaman yang mendokumentasikan serangan terhadap unit penyamaran Israel (“Mista’arvim”) di sebelah timur Rafah.
Rekaman itu menunjukkan unit tersebut bergerak dekat perbatasan timur dan menyerbu sejumlah rumah warga Palestina, sebelum para pejuang Al-Qassam meledakkan sebuah rumah yang telah dipasangi bahan peledak saat pasukan Israel berada di dalamnya, menewaskan dan melukai sejumlah anggotanya.
Sumber : Fakta global news
0 Komentar