Fanboy Jolani dan Kronologi Kejatuhan Bashar al Assad

Teroris binaan AS Foto :"Tidak..Jolani tidak berbahaya buat Israel! Kalau Jolani yang berbahaya, sudah didrone sejak awal. Sebagaimana Israel membunuh Ismail Haniyeh (IH) dan Sayyed Hasan Nasrallah (SHN) bahkan PM Yaman dari jarak jauh.." (x)

REMOVESRAEL – Dari Buronan menjadi Teman, Fanboy Jolani itu halunya kebangetan, hanya karena sekarang Jolani jadi presiden Suriah, seolah kejatuhan Bashar Assad sepenuhnya karena kehebatan Jolani...

Saya jelasin pelan-pelan ya, Begini kronologi Assad jatuh.

Dimulai dari Assad ingin dijatuhkan melalui perang yang dipaksakan tahun 2011 dengan pemberontak yang didanai turki dan negara-negara teluk. Suriah juga saat itu dikeluarkan dari liga arab. Namun upaya ini gagal. Sehingga mereka mengganti metode lain. Melalui iming-iming investasi dan bantuan luar negeri. Dihantui kesulitan ekonomi karena sanksi dan akibat perang. Assad melunak. Dia mengurangi hubungan dengan Iran dan beralih merapat ke negara-negara Teluk. Dia diterima kembali di liga arab. Assad bahkan disambut di Riyadh dalam pertemuan penguasa negara-negara Arab.

Sepulang dari Riyadh, dia menutup kantor hizbullah di damaskus dan meminta semua angota hizbullah meninggalkan Suriah. "Semuanya sudah aman." Katanya. Namun sebagaimana yang telah dingatkan Ayatullah Khamanei bahwa itu hanya tipu daya. Disaat Assad Sudah merasa aman dan menganggap tidak ada lagi ancaman atas kekuasaannya. Sebab liga arab menjajikan semua situasi aman dengan melunaknya Assad. Tidak akan ada lagi perang yang ada adalah program rekontruksi dan perdamaian. Bayang-bayang kesejahteraan sudah di depan mata.

Baca Juga:
▪️ Rekam Jejak Mengerikan al Jolani Presiden Suriah Baru

Sementara disaat yang sama tanpa diketahui Assad, Jolani sedang menyusun kekuatan dan berhasil merebut sebagian besar Aleppo. Keberhasilan Jolani mengambil alih sejumlah wilayah karena tentara Suriah sejak awal telah meninggalkan pos-pos mereka.

Di tengah kebingungan Assad yang belum memahami situasi. Iran menawarkan bantuan untuk mengatasi Jolani. Assad Sudah terlanjur ikut dalam kesepakatan dengan liga arab untuk tidak lagi melibatkan Iran. Assad pun menolak tawaran Iran.

Menlu Iran bahkan utusan khusus Ayatullah Khamenei menemui Assad secara langsung untuk menerangkan situasinya dan menjelaskan bahwa Assad sedang berusaha dijatuhkan. Untuk pertama kalinya, Assad tidak percaya pada Iran dan merasa tidak mungkin liga arab mengkhianatinya untuk yang kedua kalinya.

Dia tetap bersikukuh menolak tawaran Iran untuk mengirimkan pasukan khusus menghadapi Jolani. Puluhan ribu pasukan elit Iran tertahan di perbatasan Suriah. Iran sangat menjaga hubungan antar negara dan tidak ingin melanggar batas merah, bahwa tanpa izin otoritas Suriah, Iran tidak punya hak mengatasi serangan pemberontak. Iran dengan kecut, menerima penolakan Assad.

Bagaimana dengan Rusia? Rusia ternyata juga terlibat dalam persengkongkolan menjatuhkan Assad namun sambil tetap menjaga hubungan dengan Assad. Rusia kerap memberikan laporan yang tidak benar ke Assad, termasuk informasi bahwa Jolani telah Tewas oleh serangan Rusia. Assad pun merasa semua baik-baik saja.

Sampai suatu malam dia diminta untuk melihat langsung kemenangan tentara Rusia dalam perang melawan HTS di Latakia. Hanya sesaat di Latakia dia dibawa dengan pesawat pribadi, yang tidak diketahuinya bahwa sedang dibawa ke Moskow, di tempat yang sangat dirahasiakan.

Baca Juga:
▪️ Pentagon dan CIA Latih Pemberontak Suriah di Turki dan Yordania

Suriah seketika mengalami kekosongan pemerintahan. Dan pasukan Jolani dalam sekejap bisa menguasai Damaskus tanpa sama sekali mendapat perlawanan yang berarti. Semuanya berlangsung hanya dua minggu sejak Jolani melancarkan serangan mendadak di Aleppo.

Masuklah Jolani ke dalam Istana Kepresidenan yang ditinggalkan Assad.

Nah dari sini, apakah Jolani benar-benar hebat? Atau dia hasil rekayasa untuk bisa mencapai puncak kekuasaan di Suriah untuk lebih mudah dikontrol?. Lebih tepatnya, Jolani sukses karena faktor pengkhianatan.

Liga Arab yang memperdaya, pimpinan militer Suriah yang sudah dibeli, Rusia yang mencari langkah aman -Rusia tetap ingin memastikan pemerintahan baru tetap menjaga kepentingan Rusia di Suriah- dan keblingeran Assad menolak tawaran Iran dan lebih percaya pada janji Liga Arab.

Bayangkan, kalau Assad menerima tawaran Iran dan mengizinkan pasukan elit Iran masuk langsung ke Suriah berhadapan dengan tentara HTS, apa kira-kira Jolani bisa menang?

Tanpa tentara pun, Iran cukup meluncurkan rudal balistiknya ke markas-markas HTS, yang bisa hancur dalam sekejap dengan presisi yang sangat akurat. Masih ingat, pemberontak Kurdi di Irak yang langsung keok dengan sekali serangan rudal Iran ke markas persembunyian mereka. ISIS pun tidak berdaya di Irak karena peran Iran di baliknya.

Setelah Jolani yang berkuasa di Suriah, Iran bagaimana? Ya Iran menghormatilah. Karena diminta meninggalkan Suriah. Iran pun melakukannya. Iran tidak arogan kayak AS dan Israel yang gemar mengangkangi hukum internasional.

Keberadaan Iran di Suriah juga sebelumnya karena permintaan Assad. Iran membangun banyak fasilitas militer di Suriah dan memperkuat pertahanan udaranya untuk memastikan langit Suriah aman dari serangan Israel. Iranlah yang menjaga keamanan di Suriah, bahkan demi itu sejumlah penasehat militer Iran terbunuh di Suriah.

Begitu Iran meninggalkan Suriah apa yang terjadi?

Detik itu juga Israel melancarkan serangan ke semua fasilitas militer Suriah yang dibangun Iran. Kenapa baru menyerang? Ya sebab Israel tahu, serangannya tersebut tidak akan mendapat balasan. Kalau dulu pastilah dibalas Suriah.

Dan memang faktanya demikian, ratusan serangan dilancarkan Israel, tak ada satupun yang dibalas Jolani. Bahkan Kantor Kementerian Pertahanan Suriahpun dibom Israel dengan alasan ada senjata mematikan buatan Iran di situ.

Jadi kalau fanboy Jolani bilang, serangan Israel ke Suriah menunjukkan Jolani berbahaya bagi Israel. Itu halu. Yang berbahaya bagi Israel ya pangkalan militer yang dibangun Iran itu, yang kemungkinan bisa jatuh ke kelompok anti Israel. Bukan Jolani.

Kalau Jolani yang berbahaya, sudah didrone sejak awal. Sebagaimana Israel membunuh Ismail Haniyeh (IH) dan Sayyed Hasan Nasrallah (SHN) bahkan PM Yaman dari jarak jauh.

Dan lihatlah pasca Jolani berkuasa. Siapa yang menjadi tamu negara pertamanya? Qatarlah yang pertama menjadi tamu negara pertama. Sejak awal perang 2011, Qatarlah yang mendanai dan mempersenjatai kelompok pemberontak di Suriah termasuk Jolani.

Baca Juga:
▪️ Hikmah Dibalik Jatuhnya Bashar Assad, Terbongkarnya Kemunafikan Wahabi Salafi

Kemudian berdatanganlah delegasi negara-negara Teluk yang mengucapkan selamat sambil membawa janji-janji kesejahteraan. Dia juga menerima tamu-tamu dan calon investor dari Eropa, termasuk utusan khusus Trump.

Bagaimana dengan cita-cita pembebasan Al-Aqsa? Nanti dulu, perbaiki ekonomi dulu, bangun kekuatan dulu. Dan apa itu semua karena kehebatan diplomasi Jolani? tunggu dulu, semua sudah diatur oleh pangeran MBS, termasuk semua pertemuan dengan Trump.

Kita bandingkan dengan Iran

Ketika Imam Khomeini berhasil merebut kekuasaan di Iran dan mendirikan Republik Islam Iran, tamu asing pertamanya adalah Yasser Arafat, ketua Partai Pembebasan Palestina.

Saat itu, secara simbolis Imam Khomeini hendak menunjukkan kepada dunia, bahwa kemenangan revolusi Islam Iran adalah juga gerbang kemenangan bagi Palestina. Kantor kedutaan besar pertama palestina di Dunia itu ada di Teheran lho, baru tahu kan?

Apa yang dilakukan Imam Khomeini ini sangat tidak ideal sebagai sebuah negara baru. Harusnya kan sebagaimana Jolani, perbaiki hubungan dulu dengan negara-negara lain meski termasuk negara-negara yang menjadi pendukung utama israel. Minta bantuan luar negeri dulu kemana-mana. Mengemis agar sanksi dicabut ke AS.

Yang dilakukan Imam Khomeini dengan menentang israel justru membuat Iran disanksi. Kalau memang benar perjuangan Jolani merebut kekuasaan di Suriah adalah sebagai jalan pembebasan palestina, yang harus dirangkul pertamakali adalah kelompok-kelompok perlawanan di palestina. Ini bertemu saja tidak pernah. Malah memilih berangkulan dengan Trump dan sekutunya. Kan doesn't make sense namanya. Sik asik guys...cuan melimpah inih...

Sumber : Tulisan Ismail Amin Pasannai Ketua Himpunan Pelajar Indonesia - Iran

Posting Komentar

0 Komentar