Peraih Nobel Perdamaian 2025 Dukung Israel Perang Melawan Iran

Maria Machado oposisi Venezuela Foto :"Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado peraih hadiah Nobel Perdamaian 2025, menghadiri protes yang diserukan oleh oposisi di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025, sehari sebelum pelantikan presiden terpilih Nicolas Maduro."(Getty Image)

REMOVESRAEL – Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado, menegaskan dukungannya terhadap Israel dalam perang melawan Iran.

Pernyataan itu dia sampaikan langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui sambungan telepon Jumat pekan lalu.

Machado mendukung upaya negara penjajah tersebut untuk melawan Iran, negara yang disebutnya sebagai ancaman bagi Israel dan Venezuela.

Sementara itu Netanyahu mengucapkan selamat kepada Machado atas kemenangan Nobel Perdamaian seraya memuji upayanya dalam mempromosikan demokrasi dan perdamaian.

Machado sebelumnya berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Venezuela di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem jika memenangkan pemilu. Hanya segelintir negara di dunia yang memindahkan ibu kota mereka ke Yerusalem, mengikuti jejak Amerika Serikat yang pertama kali melakukannya pada Mei 2018.

Machado telah lama berupaya menjalin hubungan lebih erat dengan Israel dan Netanyahu, ia mengambil posisi yang berbeda dengan pemerintah Venezuela saat ini di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro yang lebih dekat dengan Iran serta memusuhi Israel.

Sebelumnya Kedutaan Besar Iran di Caracas mengecam keputusan pemberian Hadiah Nobel Perdamaian 2025 kepada tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, sebagai olok-olok terhadap konsep perdamaian.

Dalam sebuah unggahan di akun resminya di X pada hari Sabtu, Kedutaan Besar Iran di Venezuela mengatakan, "Pemberian Hadiah 'Perdamaian' kepada seseorang yang membenarkan genosida di Gaza dan menyerukan agresi militer asing terhadap Venezuela hanyalah indikasi lain dari pola pikir Barat yang memecah belah dan intervensionis terhadap negara-negara berkembang."

Misi Iran menekankan bahwa pilihan ini tidak lain hanyalah olok-olok terhadap konsep "perdamaian" itu sendiri.

Hadiah Nobel Perdamaian dianugerahkan pada hari Jumat kepada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, atas apa yang digambarkan sebagai karyanya yang "mempromosikan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela".

Sumber:Nournews |Reuters

Posting Komentar

0 Komentar