Politisi AS Pendukung Genosida dan Islamphobia Tewas ditembak

Kirik pendukung Israel Foto:“Foto sisa-sisa bom seperti yang terlihat diunggah oleh pelapor PBB, Fransesca Albanese di akun media sosialnya dengan mengatakan ; "Serangan kedua terhadap Flotilla, masih di perairan Tunisia, dalam dua hari!”(sc)

REMOVESRAEL – Amerika Serikat (AS) kembali digegerkan dengan penembakan di depan umum. Kali ini penembakan berakhir dengan tewasnya politisi muda AS, sayap kanan dan sekutu dekat Presiden Donald Trump, Charlie Kirk.

Ia ditembak mati dalam sebuah acara di negara bagian Utah, AS bagian barat. Peluru menembus lehernya ketika dia sedang berbicara di depan umum.

Charlie Kirk kerap di identikan sebagai Islamphobia dan seorang pendukung Israel yang paling fanatik. Bahkan, sejak awal dukungannya terhadap genosida yang dilakukan pasukan penjajah Israel (IOF) di Jalur Gaza sejak 2023 tetap nyaring.

Kirk juga kerap melancarkan serangan terhadap umat Islam. Ia menuduh Muslim sebagai "kaum ekstremis." Pun ia mengeklaim, Islam tidak sejalan dengan nilai-nilai Barat.

Cuitan Charlie Kirik

Dalam cuitan terakhirnya tentang Muslim, ia menulis: “Islam adalah pedang yang digunakan kaum kiri untuk menyayat leher Amerika.”

Banyak ditemukan postingan Charlie Kirk yang membela agresi mematikan Tel Aviv, termasuk perang genosida di Gaza yang sejak Oktober 2023 telah merenggut nyawa lebih dari 64.600 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Kematian Kirk terjadi di tengah gelombang penolakan terhadap kebijakan konservatif Trump, termasuk dukungannya yang tanpa syarat terhadap Israel. Kirk bukanlah Martin Luther King dalam perjuangannya, ataupun Nelson Mandelai dalam nilai-nilainya.

Sebaliknya, ia adalah suara ekstremis yang menganjurkan kebencian terhadap Islam, mengklasifikasikan umat Islam sebagai musuh peradaban Barat, dan secara terbuka mendukung genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Gaza.[FVS]

Posting Komentar

0 Komentar