Pembelian tak pernah dikirim, Iran Buktikan Bavar373 Lebih Unggul dari S400 Rusia

Foto:“Pada tahun 2007, Iran membeli sistem pertahanan udara S-300 dari Rusia dan membayarnya, tetapi Rusia menunda pengirimannya selama bertahun-tahun.”(sc)

REMOVESRAEL – Mantan Duta Besar Iran untuk Jerman dan mantan negosiator nuklir Iran Sayed Hossein Mousavian, mengatakan; "Rusia tidak memberi Iran jet tempur Su-35 atau sistem pertahanan udara S-400, meskipun Iran telah terancam selama beberapa dekade oleh kekuatan nuklir seperti AS dan Israel — dan pada akhirnya Iran diserang oleh mereka."

"Namun, Rusia menawarkan kepada India (yang ironisnya adalah sekutu AS) sebanyak 117 buah pesawat SU-35M disamping produksi bersama SU-57 dengan transfer teknologi penuh."

"Ini bukan kritik terhadap Moskow; tindakan ini dilakukan demi kepentingan strategisnya. Jika Turki (anggota NATO) atau Arab Saudi (sekutu AS) meminta SU-35, SU-57, atau S-400, Rusia kemungkinan besar akan setuju."

Mungkin kenyataan ini membantu Teheran lebih memahami hubungan internasional dan hakikat kepentingan nasional yang sebenarnya.

Menurut situs AEI. ORG Pada tahun 2007, Iran membeli sistem pertahanan S-300 dari Rusia dan membayarnya, tetapi Rusia menunda pengirimannya selama bertahun-tahun dengan rincian sebagai berikut;

Pemerintah Iran telah lama berupaya mengakuisisi S-300 Rusia, yang mungkin merupakan sistem rudal anti pesawat nomer satu milik Rusia. Pada tahun 2007, Iran setuju untuk membeli S-300 seharga $800 juta, tetapi di bawah tekanan diplomatik yang sangat keras dari Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Moskow menangguhkan penjualan tersebut pada tahun 2010, dengan alasan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tak tinggal diam Teheran menanggapi dengan mengajukan gugatan senilai $4 miliar terhadap perusahaan ekspor senjata Rusia Rosoboronexport di Mahkamah Arbitrase Internasional di Jenewa.

Meskipun gugatan tersebut tetap menjadi duri kecil dalam hubungan yang hangat antara Moskow dan Teheran, (dengan mengesampingkan masalah tersebut) pemerintah Iran telah bergerak untuk mencapai kemampuan pertahanan udaranya sendiri, sama sekali tanpa campur tangan Rusia. Terbukti Iran mampu dengan membangun sistem pertahanan dalam negerinya sendiri.

Dalam konteks inilah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan keberhasilan uji coba Bavar-373, yang secara terbuka diakuinya memiliki kemampuan setara S-300 bahkan lebih.

Brigadir Jenderal Farzad Esmaili dari Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia mengatakan kepada TV pemerintah Iran bahwa Bavar-373 telah melepaskan tembakan pertama.

Esmaili tanpa ragu mengklaim bahwa Bavar-373 akan melampaui S-400 milik Rusia dalam mobilitas dan kemampuan pertahanan udaranya.

Sumber : X/Sulaiman Ahmed | AEI. ORG

Posting Komentar

0 Komentar