Iran Upgrade UAV RQ-170 yang Dibajak dari AS Menjadi Drone Tempur Canggih

Drone Shahed-191 buatan IranFoto : "Iran Pamerkan Drone Shahed-191 hasil reverse engineering yang memiliki prototype mirip dengan RQ-170 milik CIA, AS, yang pernah diambil alih sistem kontrolnya oleh IRGC saat terbang dilangit Iran."(ig)

REMOVESRAEL – Banyak orang takjub ketika Teheran mampu merilis berbagai jenis drone tempur berteknologi tinggi. Dari beragam jenis drone, termasuk drone kamikaze yang telah dibuat Iran, maka yang paling kontroversial adalah Drone Shahed-191, ini dikarenakan drone dengan desain stealth (siluman) inilah yang mengantarkan Iran menduduki puncak keunggulan dalam pembuatan drone berteknologi tinggi di dunia.

Menurut Letnan Kolonel, Jonathan Conricus, juru bicara militer Israel, dan Yuval Steinitz, yang merupakan salah satu menteri di bidang keamanan nasional Israel, mengatakan pesawat drone Iran merupakan tiruan dari pesawat mata-mata RQ-170 milik AS. Iran sebelumnya telah mengatakan berhasil melakukan "reverse engineering"( peniruan teknologi) atas pesawat RQ-170 ini.

Tak disangkal kemampuan Iran untuk membuat Shahed-191 dan berbagai variannya adalah hasil cloning teknologi yang didapatkan dari Amerika Serikat. Tentu saja apa yang diperoleh Iran bukan lewat jalur resmi, dan Iran mampu mengembangkannya menjadi lebih unggul.

Varian Drone Shahed buatan IranFoto: "Varian Drone dari keluarga Shahed buatan Iran."(ig)

Hari ini tepat pada 4 Desember 2022 menjadi momen tak terlupakan 11 tahun kebangkitan teknologi drone Iran. Mengingat pada 4 Desember 2011 lalu, telah ‘dibajak ’ drone intai canggih milik AS RQ-170 Sentinel, yang dibuat oleh Lockheed Martin.

Dikutip dari TheDrive.com, disebutkan Sentinel kehilangan kendali dari pusat kontrolnya di antara provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Provinsi ini terletak tepat di barat daya Isfahan, yang sebagian besar diketahui sebagai pusat program nuklir Iran dan area utama yang menarik bagi intelijen AS.

Tertangkapnya RQ-170 Sentinel dalam kondisi utuh merupakan kebanggaan tersendiri bagi militer Iran dan tak pelak menjadi bahan propaganda yang membuat AS dan Israel meradang . Drone intai dengan desain mirip pembom B-2 Spirit itu diakui kondisinya masih utuh tanpa kerusakan berarti.

Israel telah memprediksi, jatuhnya Sentinel ke tangan Iran sebagai masalah besar yang kemungkinan akan terus dihadapi entitas pendudukan itu di masa depan.

Kemunculan UAV Shahed-191 pada Januari 2019 tak bisa dilepaskan dari klaim reverse engineering Iran atas keberhasilan ditangkapnya drone RQ-170 Sentinel. Dan duplikasi tersebut hampir mirip antara Shahed-191 dan RQ-170 Sentinel, hanya perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan drone buatan Iran yang dapat membawa beberapa unit rudal. Sedangkan RQ-170 tidak memiliki kemampuan tempur, dan murni hanya membawa misi spionase.

Berikut ini adalah spesifikasi pesawat nirawak Shahed-191 memiliki ukuran yang jauh lebih kecil atau hanya 60% dari Sentinel RQ-170, yakni dengan rentang sayap selebar 7,31 meter dengan panjang 2,7 meter.

Selain itu, Shahed-191 memiliki jangkauan terbang hingga radius 1500 km dari menara pengendali. Selain itu, pesawat juga dapat terbang hingga 4,5 jam tanpa berhenti.

Dengan dilengkapi mesin turbojet, teknologi yang satu ini mampu untuk terbang pada ketinggian 25 ribu kaki, kecepatan jelajah 300 km/jam, dan kecepatan maksimum 350 km/jam.

Lebih lanjut, beban total yang dapat dibawa adalah 50 kg. Menariknya, model ini dilengkapi dengan kompartemen internal yang memungkinkan untuk membawa 2 rudal Sadid-1 di dalam badan pesawat.

Hal inilah yang membuat pesawat tidak mengalami peningkatan tanda radar layaknya pesawat militer lain, saat bom menggantung di luar badan pesawat.

Sumber :FVS

Posting Komentar

0 Komentar