Catatan Penting Hubungan Iran Palestina di Awal Tahun 2015

Foto:“Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menolak solusi dua negara dan menganggap bahwa Palestina tidak dapat dipisahkan.”(sc)

REMOVESRAEL – Pada Januari 2015, hubungan Iran dengan Palestina ditandai oleh peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan perlawanan terhadap rezim pendudukan Israel dan perkembangan politik di wilayah tersebut.

Berikut adalah beberapa catatan penting terkait hubungan Iran dan Palestina:

▪️Serangan Israel dan tanggapan Iran Pada 19 Januari 2015, Israel melancarkan serangan udara di Suriah yang menewaskan seorang jenderal dari Garda Revolusi Iran.

▪️Sebagai tanggapan, Garda Revolusi Iran bersumpah untuk berperang dengan Israel. Sumpah ini menggarisbawahi dukungan Iran yang berkelanjutan terhadap kelompok-kelompok anti- pendudukan Israel, termasuk kelompok perlawanan Palestina.

Perkembangan di Mahkamah Kriminal Internasional (ICC)

Pada 7 Januari 2015, Palestina mengumumkan akan menjadi negara pihak dalam Statuta Roma, perjanjian pendirian ICC. Langkah ini memberikan yurisdiksi kepada ICC atas wilayah Palestina. Pada 16 Januari 2015, Jaksa ICC, Fatou Bensouda, membuka pemeriksaan awal terhadap "situasi di Palestina".

Perkembangan ini menandai upaya signifikan dari Palestina untuk mencari keadilan internasional atas dugaan kejahatan yang dilakukan Israel dan menempatkan isu Palestina di panggung hukum internasional.

Upaya diplomatik dan bantuan Dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina, termasuk kelompok pejuang seperti Hamas, terus berlanjut.

Meskipun sempat terjadi kerenggangan hubungan dengan Hamas pada periode sebelumnya (sebagian disebabkan oleh dukungan biro politik Hamas, Khaled Meshaal terhadap pemberontak Suriah, meskipun rezim Assad telah menampung pengungsi Palestina, selain itu Damaskus adalah sekutu penting Iran), akan tetapi upaya untuk memulihkan hubungan telah dilakukan, yang terus berlanjut hingga awal tahun 2015.

Setelah Revolusi Iran tahun 1979 dan pengusiran kedutaan besar Israel dari Teheran, Iran terus menunjukkan dukungan retorik yang kuat terhadap Palestina.

Iran secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara dan mengakhiri aliansi dengan Israel.

Sejak saat itu, Iran telah menjadi pendukung utama perjuangan Palestina melawan Israel, meskipun ada perbedaan persepsi (Iran mayoritas Syiah, Palestina mayoritas Sunni).

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menolak solusi dua negara dan menganggap bahwa Palestina tidak dapat dipisahkan.

Sumber: FVS

Posting Komentar

0 Komentar